Puisi Pendidikan Chairil Anwar yang Punya Makna Mendalam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu tujuan Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pendidikan yang memadai. Puisi pendidikan Chairil Anwar adalah salah satu bentuk ekspresi untuk mempertahankan semangat pendidikan.
Puisi Pendidikan Chairil Anwar
Inilah beberapa contoh puisi pendidikan karya Chairil Anwar yang disadur dari buku PENDIDIKAN SANGGAR BAHASA DAN SASTRA: (Konsep dan Pengembangan), Edy Suprayetno, Ahmad Riynaldiy, & Winarti, MPd., (2022:52-53):
Puisi Pertama
DOA kepada Pemeluk Teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Cahya-Mu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Makna puisi di atas:
Puisi di atas berisi ajakan kepada kita semua untuk senantiasa mengingat Sang Pencipta.
Ternyata pendidikan agama tidak hanya bisa diajarkan dengan cara yang formal, tetapi bisa juga lewat puisi pendidikan agama, yang berisi pengajaran tentang hal yang berkaitan dengan keyakinan, seperti puisi pendidikan agama di atas.
Melalui puisi di atas, Chairil Anwar memberikan nasihat kepada pembacanya untuk mengingat Sang Pencipta. Bagimana pun keadaan kita saat menghadap-Nya, Ia akan selalu mendengarkan kata per kata dari doa yang kita panjatkan dengan sungguh-sungguh.
Pengajaran karakter menggunakan puisi lebih menyentuh hati daripada pelajaran formal. Karena itu, puisi pendidikan sangat dibutuhkan di dalam pendidikan agama.
Puisi Kedua
Diponegoro
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar
Lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
Makna puisi di atas:
Puisi Diponegoro di atas seolah mengirimkan kembali jiwa dan semangat Pangeran Diponegoro kepada para pemuda.
Jika beliau berbekal pedang dan keris, maka para pemuda masa kini harus mampu berjuang demi kesejahteraan bangsa Indonesia dengan senjata masa kini, yakni: ilmu pengetahuan.
Demikianlah makna puisi pendidikan Chairil Anwar yang perlu dihayati seluruh bangsa Indonesia. (BRP)
