Konten dari Pengguna

Puisi Pendidikan Chairil Anwar yang Punya Makna Mendalam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi Pendidikan Chairil Anwar, Foto: Pixabay/ThoughtCatalog
zoom-in-whitePerbesar
Puisi Pendidikan Chairil Anwar, Foto: Pixabay/ThoughtCatalog

Salah satu tujuan Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pendidikan yang memadai. Puisi pendidikan Chairil Anwar adalah salah satu bentuk ekspresi untuk mempertahankan semangat pendidikan.

Puisi Pendidikan Chairil Anwar

Puisi Pendidikan Chairil Anwar, Foto: Pixabay/Sponchia

Inilah beberapa contoh puisi pendidikan karya Chairil Anwar yang disadur dari buku PENDIDIKAN SANGGAR BAHASA DAN SASTRA: (Konsep dan Pengembangan), Edy Suprayetno, Ahmad Riynaldiy, ‎& Winarti, MPd., (2022:52-53):

  • Puisi Pertama

DOA kepada Pemeluk Teguh

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh

Mengingat Kau penuh seluruh

Cahya-Mu panas suci

Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk

Remuk

Tuhanku

Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

Di pintu-Mu aku mengetuk

Aku tidak bisa berpaling

Makna puisi di atas:

Puisi di atas berisi ajakan kepada kita semua untuk senantiasa mengingat Sang Pencipta.

Ternyata pendidikan agama tidak hanya bisa diajarkan dengan cara yang formal, tetapi bisa juga lewat puisi pendidikan agama, yang berisi pengajaran tentang hal yang berkaitan dengan keyakinan, seperti puisi pendidikan agama di atas.

Melalui puisi di atas, Chairil Anwar memberikan nasihat kepada pembacanya untuk mengingat Sang Pencipta. Bagimana pun keadaan kita saat menghadap-Nya, Ia akan selalu mendengarkan kata per kata dari doa yang kita panjatkan dengan sungguh-sungguh.

Pengajaran karakter menggunakan puisi lebih menyentuh hati daripada pelajaran formal. Karena itu, puisi pendidikan sangat dibutuhkan di dalam pendidikan agama.

  • Puisi Kedua

Diponegoro

Di masa pembangunan ini

tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar

Lawan banyaknya seratus kali

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu

Kepercayaan tanda menyerbu

Sekali berarti

Sudah itu mati

MAJU

Bagimu Negeri

Menyediakan api

Punah di atas menghamba

Binasa di atas ditindas

Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai

Jika hidup harus merasai

Maju

Serbu

Serang

Terjang

Makna puisi di atas:

Puisi Diponegoro di atas seolah mengirimkan kembali jiwa dan semangat Pangeran Diponegoro kepada para pemuda.

Jika beliau berbekal pedang dan keris, maka para pemuda masa kini harus mampu berjuang demi kesejahteraan bangsa Indonesia dengan senjata masa kini, yakni: ilmu pengetahuan.

Demikianlah makna puisi pendidikan Chairil Anwar yang perlu dihayati seluruh bangsa Indonesia. (BRP)