Puncak Takut Seorang Hamba sebagai Perisai Keimanan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasa takut kepada Allah yang tertanam dalam diri setiap hamba adalah benih dari sebuah perjalanan keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya. Jelaskan puncak takut seorang hamba!
Puncak takut seorang hamba dapat merujuk pada momen ketika seseorang merasakan ketakutan yang mendalam dan penuh kesadaran akan kebesaran Allah.
Puncak Takut Seorang Hamba
Perasaan takut kepada Allah akan menghantarkan seorang hamba menuju puncak dari kesempurnaan ibadah. Hal ini disebabkan setiap hamba wajib untuk selalu memupuk rasa takut kepada Allah Swt. Jelaskan puncak takut seorang hamba!
Sebelum membahas mengenai puncak takut seorang hamba, takut secara bahasa berasal dari kata “khafa, yakhafu, khaufan”. Sedangkan menurut istilah, khauf artinya perasaan takut yang muncul terhadap sesuatu yang mencelakakan, berbahaya, atau mengganggu.
Dapat disimpulkan bahwa khauf adalah takut kepada Allah dengan mempunyai perasaan cemas dan khawatir terkena azab akibat melakukan kemaksiatan atau meninggalkan kewajiban. Sehingga seorang hamba merasa takut karena akan azab dan kemurkaan Allah.
Dikutip dari buku Menyelami Spiritualitas Islam: Jalan Menemukan Jati Diri karya Syamsuddin Ar-Razi (2019: 46), seorang hamba bergetar karena takut kepada Allah, maka berguguranlah dosa-dosanya, sebagaimana daun berguguran dari pohon yang kering.
Ada banyak dalil yang memerintahkan kita untuk memiliki rasa takut kepada Allah, antara lain firman Allah Subhanahu wa Ta’ala
الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا
“Yaitu orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan, cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.” (QS. Al-Ahzab: 39)
Demikian firman Allah yang lain
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
“Dan, barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. An-Nur: 52)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
مَنْ خَافَ الله أخَافَ الله مِنْه ُكُلُّ شَيْءٍ، وَمَنْ لَمْ يخَفِ الله خَافَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.
“Barangsiapa takut kepada Allah maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Barangsiapa tidak takut kepada Allah maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu.” (HR. Al-Baihaqi)
Baca Juga: Cara Mewujudkan Iman Kepada Qada dan Qadar sebagai Rukun Iman ke-6
Dapat disimpulkan bahwa puncak rasa takut seorang hamba adalah atas kemurkaan dan azab Allah. Ketakutan ini dapat memotivasi seseorang untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki perilaku mereka. (Umi)
