Qiyamuhu Binafsihi Lawannya Qiyamuhu Bighairih, Apa Arti Sifat Wajib Allah Ini?

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti Qiyamuhu binafsihi ini menandakan bahwa Allah SWT memiliki kebesaran yang membedakan dengan makhluk ciptaan-Nya. Qiyamuhu binafsihi lawannya adalah qiyamuhu bighairih. dikatakan berlawanan karena keduanya saling bertentangan satu sama lain.
Dikutip dari buku Aqidah Akhlaq untuk Kelas VII Madrasah Tsanawiyah oleh Taofik Yumansyah (2008), sifat wajib bagi Allah SWT merupakan sifat yang harus ada dalam Dzat Allah SWT. Sifat-sifat tersebut merupakan bentuk kesempurnaan dan tidak ada satu pun makhluk yang dapat menyamai atau menyerupai-Nya. Sifat Allah SWT tidak dapat dilihat melalui panca indera, namun hanya dapat diimani dalam hati dan sikap.
Qiyamuhu Binafsihi Lawannya Qiyamuhu Bighairih, Apa Arti Sifat Wajib Allah Ini?
Qiyamuhu binafsihi artinya Allah berdiri sendiri dan tidak membutuhkan bantuan dari makhluk lain. Mustahil bagi Allah SWT untuk meminta pertolongan dari makhluk lain karena Ia adalah Dzat yang mampu melakukan segala sesuatu seorang diri.
Jika Allah SWT membutuhkan bantuan dari makhluk lain, maka artinya Ia lemah dan tidak sempurna. Adapun membutuhkan bantuan orang lain adalah sifat mustahil bagi Allah SWT yang disebut qiyamuhu bighairih.
Allah SWT merupakan Dzat Yang Maha Kuasa. Ia merupakan Dzat yang tegak, gagah, dan berdiri sendiri. Ia merupakan Tuhan Yang Maha Sempurna. Oleh karena itu, Ia tidak membutuhkan pertolongan dari siapa pun.
Qiyamuhu binafsihi lawannya adalah qiyamuhu bighairih yang menandakan bahwa kekuasaan-Nya tidak bergantung kepada makhluk apapun. Andai saja seluruh manusia tidak menyembahnya dan tidak mengakui Kebesaran-Nya, maka kesempurnaan-Nya sama sekali tidak berkurang.
Begitu pula jika seluruh makhluk bersepakat untuk menyembah-Nya, maka kesempurnaannya akan tetap dalam porsi yang sama dan tidak bertambah. Allah tidak membutuhkan ibadah dari makhluk ciptaan-Nya untuk mendeklarasikan kekuasaan-Nya. Artinya, ada atau tidaknya makhluk hidup seperti manusia, maka hal tersebut sama sekali tidak mempengaruhi kebesaran Allah SWT sebagai Tuhan Semesta Alam.
Penjelasan tentang sifat qiyamuhu binafsihi tertuang dalam firman Allah SWT berikut ini:
“Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (Alquran Surat Al-Ankabut ayat 6).
Qiyamuhu binafsihi lawannya qiyamuhu bighairi, sehingga kita harus cermat dan teliti dalam membedakannya. Qiyamuhu binafsihi termasuk sifat wajib bagi Allah SWT, sedangkan qiyamuhu bighairi adalah sifat mustahil yang tidak mungkin terdapat pada Allah SWT.
(DLA)
