Ragam Tantangan dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka di Satuan Pendidikan

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap penerapan kurikulum sebagai perangkat mata pelajaran selalu mempunyai tantangan tersendiri. Lantas, apa yang akan menjadi tantangan terbesar Anda dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan Anda?
Tantangan penerapan Kurikulum Merdeka di suatu satuan pendidikan dapat mencakup banyak aspek. Salah satu aspek yang menjadi tantangan besar adalah kesiapan guru sebagai sumber daya manusia sekaligus pilar utama pelaksana Kurikulum Merdeka.
Apa yang akan Menjadi Tantangan Terbesar Anda dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka di Satuan Pendidikan Anda?
Kurikulum dalam bahasa Indonesia memiliki arti sebagai perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan. Kurikulum pendidikan di Indonesia kerap mengalami pergantian untuk menyesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan zaman.
Kurikulum yang berlangsung di Indonesia sejak tahun 2021 sampai dengan sekarang adalah Kurikulum Merdeka. Kurikulum tersebut mengusung konsep Merdeka Belajar yang selaras dengan cita-cita utamanya.
Dikutip dari buku Mengungkap Filsafat Pendidikan di Balik Kurikulum Merdeka, Siswadi (2024: 145), cita-cita yang ingin dicapai dalam Kurikulum Merdeka adalah kemerdekaan dalam belajar. Namun, penerapan kurikulum tersebut memiliki tantangan.
Apa yang akan menjadi tantangan terbesar Anda dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan Anda? Jawaban dari pertanyaan tersebut ada banyak macam karena setiap satuan pendidikan tentu memiliki tantangan tersendiri.
Namun, tantangan utama yang dapat terjadi dalam penerapan Kurikulum Merdeka adalah kesiapan guru sebagai sumber daya manusia sekaligus pilar utama dari pelaksanaan kurikulum. Kesiapan guru menjadi tantangan utama karena guru memiliki peran penting.
Dikutip dari laman Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, kspstendik.kemdikbud.go.id, eksistensi guru dalam Kurikulum Merdeka adalah sebagai penggerak keberhasilan berbagai program Merdeka Belajar, seperti:
Pembelajaran yang memiliki diferensiasi;
Pelaksanaan proyek penguatan profil Pelajar Pancasila;
Asesmen pembelajaran; serta
Pemberdayaan teknologi.
Guru sebagai Penggerak Utama dalam Kurikulum Merdeka
Kesiapan guru merupakan tantangan besar untuk menggerakkan atau melaksanakan Kurikulum Merdeka. Jika guru tidak siap atau kesiapan guru minim, penerapan Kurikulum Merdeka beserta program-programnya dapat mengalami hambatan.
Berdasarkan kondisi itu, Indonesia mengupayakan persiapan terhadap guru secara menyeluruh. Salah satu di antaranya adalah mengadakan program Guru Penggerak. Program tersebut memiliki tujuan untuk menciptakan katalis perubahan pendidikan.
Guru dapat mengikuti program tersebut untuk mengembangkan potensi diri, seperti:
Mengembangkan diri;
Melakukan kolaborasi dengan guru lain;
Meningkatkan kematangan moral, emosi, serta spiritual;
Melakukan kolaborasi dengan orang tua peserta didik; serta
Mengembangkan dan mewujudkan visi sekolah yang berpihak kepada peserta didik.
Baca juga: 5 Cara Sederhana Bisa Mulai Menerapkan Profil Pelajar Pancasila di Kelas
Jadi, apa yang akan menjadi tantangan terbesar Anda dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan Anda? Tantangan terbesar penerapan Kurikulum Merdeka adalah kesiapan guru sebagai pilar utama dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. (AA)
