Ranah Permasalahan Islam Akan Iman Kepada Qada dan Qadar

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai umat Islam, mengimani 6 macam perkara yang termasuk dalam rukun iman merupakan sebuah kewajiban, misalnya saja perkara qada dan qadar. Perlu diketahui, membicarakan iman kepada qada dan qadar termasuk ke dalam masalah akidah.
Lantas, kenapa iman kepada qada dan qadar termasuk masalah akidah dan apa dampak bagi umat Islam dalam mengimani perkara tersebut?
Baca Juga: Dalil Alquran tentang Qada dan Qadar sebagai Takdir yang Telah Allah Tetapkan
Ranah Permasalahan Islam Akan Iman Kepada Qada dan Qadar
Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Kelas XII oleh HA. Sholeh Dimyathi dan Feisal Ghozali Qada (2018: 204), qada secara bahasa berarti ketetapan, ketentuan, ukuran, takaran, atau sifat. Sedangkan secara istilah adalah ketetapan Allah yang tercatat di Lauh al-Mahfuz (papan yang terpelihara) sejak zaman azali. Ketetapan ini sesuai dengan kehendak-Nya dan berlaku untuk seluruh makhluk atau alam semesta.
Adapun qadar atau takdir secara bahasa berarti ketetapan yang telah terjadi atau keputusan yang diwujudkan. qadar atau takdir secara istilah adalah ketetapan atau keputusan Allah yang memiliki sifat Maha Kuasa (Qadir) atas segala ciptaan-Nya, baik berupa takdir yang baik maupun takdir yang buruk.
Dalil yang menjelaskan adanya qada dan qadar terdapat dalam beberapa ayat dalam Al-Quran, di antaranya yaitu:
وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا
Artinya: “Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.” (QS. Al-Ahzab: 38)
Hikmah Beriman Kepada Qada dan Qadar
Terdapat banyak sekali hikmah yang dapat dipetik dalam beriman kepada qada dan qadar, baik dalam menjalani kehidupandi dunia maupun mempersiapkan diri untuk kehidupan di akhirat, di antaranya adalah:
Melatih Diri Banyak Bersyukur
Orang yang beriman kepada qada dan qadar, apabila mendapat keberuntungan, maka ia akan bersyukur. Karena keberuntungan itu merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri. Sebaliknya apabila terkena musibah maka ia akan sabar.
Menjauhi Sifat Sombong dan Putus Asa
Orang yang beriman kepada qada dan qadar percaya bahwa keberhasilan merupakan nikmat yang diberikan Allah SWT. Maka tidaklah pantas untuk menyombongkan apa yang ia terima. Saat gagal, ia menyadari bahwa kegagalan tersebut datang dari Allah SWT dan mungkin saja itu adalah jawaban terbaik.
Alasan Beriman Kepada Qada dan Qadar Termasuk Akidah
Akidah adalah sistem kepercayaan yang bermuatan elemen-elemen dasar keyakinan, menggambarkan sumber dan hakikat keberadaan agama. Dengan adanya akidah, umat Islam memiliki landasan awal untuk menuju kehidupan yang lebih baik.
Beriman kepada qada dan qadar dapat memupuk keimanan seorang umat Islam. Hal ini didapatkan karena umat Islam telah mengetahui akan takdir yang telah ditetapkan Allah SWT. Dampaknya adalah keimannanya dapat meningkat dan memahami bahwa ia tidak akan bisa melakukan apa-apa tanpa adanya izin dari Allah SWT.(MZM)
