Konten dari Pengguna

Rangkaian Ibadah Haji dari Awal Sampai Akhir dan Syaratnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rangkaian ibadah haji, sumber foto: https://pixabay.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rangkaian ibadah haji, sumber foto: https://pixabay.com/

Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang sangat penting bagi umat Islam, karena merupakan perjalanan spiritual mengunjungi rumah-Nya. Ibadah haji sendiri termasuk dalam rukun Islam yang kelima, setiap muslim yang mampu diwajibkan untuk melakukan ibadah haji. Dalam melakukan ibadah haji sendiri terdapat beberapa rangkaian dan syarat yang harus dipenuhi oleh jamaah haji. Ingin tau bagaimana rangkaian ibadah haji dari awal sampai akhir dan apa saja syaratnya? Simak penjelasannya berikut ini.

Rukun Ibadah Haji

Sebelum melakukan ibadah haji sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai rukun ibadah haji yang wajib dilakukan oleh jamaah. Apabila jamaah meninggalkan atau tidak melakukan rukun haji ini maka tidak sah hajinya. Berikut ini adalah rukun haji :

1. Ihram atau niat haji

2. Wukuf di Padang Arafah

3. Tawaf atau keliling Ka’bah

4. Sa’I atau berlari kecil antara Bukit Safa ke Marwah

5. Menggunting atau mencukur rambut

6. Tertib

Rangkaian Ibadah Haji

Dikutip dari buku (Doa-doa Khusus Ibadah Haji) (Amirulloh Syarbini dan Deden Hafid Usman) (2011) berikut adalah rangkaian ibadah haji dari awal sampai akhir.

1. Ihram atau Niat

Ihram adalah rangkaian pertama dalam ibadah haji, ibadah haji sendiri dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah setiap tahunnya. Jamaah melakukan ihram bersamaan dengan membaca niat ibadah haji dari tempat asal. Kemudian seluruh jamaah haji berteduh di tenda sambal menunggu waktu wukuf di Arafah yang dimulai pada tanggal 9 Dzulhijjah ketika matahari tergelincir ke barat.

2. Wukuf di Padang Arafah

Rangkaian ibadah haji yang kedua adalah wukuf di Padang Arafah yang dimulai pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai matahari terbenah.

3. Mabit di Muzdalifah

Setelah matahari terbenam jamaah haji harus meninggalkan Arafah dan menuju ke Muzdalifah untuk melakukan mabit atau menginap. Perjalanan dari Padang Arafah ke Muzdalifah merupakan perjalanan yang panjang dan berat yang harus dilalui oleh jamaah haji, sembari melakukan perjalanan jamaah haji mengumpulkan kerikil untuk rangkaian selajutnya yaitu melakukan lempar jumrah.

4. Jumrah Aqabah

Jumrah Aqabah dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah dimana jamaah berangkat dari Muzdalifah menuju ke Mina sebelum matahari terbit untuk melempar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh lemparan.

5. Mabit di Mina

Setelah melakukan lempar jumrah aqabah jamaah kembali ke Mina untuk menginap minimal dua hari yaitu tanggal 11-12 Dzhulhijjah.

6. Tawaf Ifadah

sumber foto: https://pixabay.com/

Setelah selesai mabit dan melempar jumrah di Mina jamaah menuju ke Mekah untuk melaksanakan tawaf ifadah kemudian dilanjutkan dengan Sa’i.

7. Tawaf Wa’da

Tawaf wa’da adalah rangkaian ibadah haji yang berarti perpisahan dimana setelah seluruh ritual haji selesai jamaah melaksanakan tawaf wada sebelum akhirnya meninggalkan Kota Mekah untuk kembali ke negara masing-masing.

Jadi dalam melaksanakan ibadah haji ada beberapa rangkaian yang harus dilalui dengan penuh rasa khidmat mulai dari ihram sampai pada tawaf wa’da sebagai perpisahan kita sebelum kembali ke rumah masing-masing. (WWN)