Rangkuman IPS Kelas 9 Bab 4 untuk Bahan Belajar Tambahan

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rangkuman IPS kelas 9 bab 4 merupakan materi yang dapat dijadikan sebagai panduan bagi siswa untuk belajar. Dengan adanya rangkuman ini, siswa dapat merasa terbantu dalam memahami materi penting yang dikaji saat kegiatan belajar mengajar.
Dalam rangkuman biasanya terdiri poin-poin penting yang dibahas dalam suatu materi. Sebelum mengetahui isi dari rangkuman untuk mata pelajaran IPS, penting untuk mengenal definisi rangkuman secara umum.
Rangkuman IPS Kelas 9 Bab 4 tentang Masa Kemerdekaan Indonesia
Mengutip dari Konsep dan Implementasi Penelitian Pembelajaran Kooperatif, Dr. Suhirman, M.Pd. (2018: 172), rangkuman merupakan salah satu komponen dari metode organisasi pembelajaran. Rangkuman dari materi pelajaran yang disajikan dapat membantu peserta didik dalam memahami pokok isi pembelajaran dengan lebih mudah.
Rangkuman setiap mata pelajaran tentu memiliki isi dan pembahasan yang berbeda. Untuk memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran IPS, berikut ini rangkuman IPS kelas 9 bab 4.
A. Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Pada akhir tahun 1944, keadaan Jepang dalam Perang Asia Pasifik semakin terdesak dan wilayah kekuasaanya jatuh ke pasukan sekutu. Dalam menghadapi gempuran sekutu, Jepang mencari dukungan dari bangsa-bangsa yang masih berada di dalam kekuasaanya, salah satunya Indonesia.
Kemudian pada 7 September 1944, Kuniaki Koiso yang merupakan seorang Perdana Menteri Jenderal Jepang memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia. Salah satu wujudnya adalah Jepang memberi izin kepada Indonesia untuk mengibarkan bendera Merah Putih di kantor-kantor berdampingan dengan bendera Jepang. Jepang juga membentuk BPUPKI dan PPKI untuk meyakinkan indonesia.
Namun, pada akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat kepada pasukan sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Hal ini membuat golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa perlu melewati anggota PPKI.
Sayangnya, usulan tersebut tidak disetujui, sebab golongan tua masih memegang teguh prosedur dari Jepang yang berjanji memberikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945. Sebab, perbedaan pendapat ini, Soekarno-Hatta sebagai tokoh dari golongan tua diungsikan ke Rengasdengklok untuk menghindari pengaruh Jepang.
Di Rengasdengklok, golongan muda juga mendesak Soekarno-Hatta beserta golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Kemudian hal ini ditindaklanjuti dengan perumusan teks proklamasi pada 16 Agustus 1945 dini hari di rumah Laksamana Maeda.
B. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
Pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB kemudian digelar upacara pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Upacara ini dilaksanakan di Jl. Pegangsaan Timur, No. 56 yang merupakan halaman rumah Soekarno.
Proklamasi kemerdekaan ini disambut dengan sukacita oleh masyarakat Indonesia. Setelah proklamasi kemerdekaan, para pemimpin membentuk lembaga pemerintahan serta kelengkapan negara.
Kemudian anggota PPKI mulai menyelenggarakan rapat yang menghasilkan keputusan berupa pengesahan UUD 1945, penetapan presiden dan wakil presiden, dan masih banyak lagi lainnya.
C. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
Meski Indonesia telah berhasil memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, masyarakat Indonesia belum merdeka sepenuhnya. Bangsa Indonesia harus terus berusaha bertahan dan melawan serangan Belanda yang menolak kemerdekaan Indonesia.
Pihak Belanda juga masih berusaha menguasai Indonesia kembali. Hal ini memicu adanya sederet gerakan perlawanan di berbagai daerah di Indonesia seperti Insiden Hotel Yamato di Surabaya, Pertempuran Surabaya, Pertempuran lima hari di Semarang, Pertempuran Ambarawa, Peristiwa Bandung Lautan Api, Pertempuran Medan Area dan masih banyak, lagi.
Selain perlawanan, Indonesia juga melakukan upaya diplomasi dengan melakukan Perundingan Linggarjati, Perundingan Renville, Perundingan Roem-Royen, dan Konferensi Meja Bundar.
D. Perkembangan Ekonomi dan Politik Indonesia pada Awal Kemerdekaan
Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia sempat mengalami perubahan bentuk negara yang awalnya Kesatuan Republik Indonesia berubah menjadi Republik Indonesia Serikat. Namun, pada tahun 1950, bentuk negara Indonesia kembali ke NKRI.
Pada awal masa kemerdekaan, keadaan ekonomi Indonesia juga belum stabil. Hal ini disebabkan oleh berbagai permasalahan, salah satunya inflasi yang tinggi. Maka dari itu, muncul berbagai macam kebijakan, seperti Gunting Syafruddin, Sistem Gerakan Banteng, hingga Rencana Pembangunan Lima Tahun.
E. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Awal Kemerdekaan
Setelah resmi merdeka, kelas-kelas masyarakat yang semula diterapkan di Indonesia mulai dihapus, sehingga semua masyarakat Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama di berbagai bidang.
Tak hanya itu, terdapat pula kemajuan pendidikan dengan pengangkatan Ki Hajar Dewantara sebagai Menteri Pendidikan, sedangkan bidang kebudayaan terdapat banyak lagu nasionalisme yang diciptakan seniman-seniman Indonesia.
F. Kehidupan Masyarakat Pada Masa Reformasi sampai Sekarang
Lengsernya Soeharto dengan desakan masyarakat, gerakan reformasi mulai muncul dan berlanjut hingga saat ini. Pada masa ini mulai banyak terjadi kemajuan dan perbaikan dalam berbagai bidang, baik politik maupun ekonomi.
Salah satu contohnya pasca krisis moneter 1998, Presiden B.J Habibie yang menggantikan Soeharto pada saat itu melakukan berbagai macam langkah dan kebijakan, seperti menerapkan independensi Bank Indonesia, melikuidasi bank yang bermasalah, dan masih banyak lagi lainnya.
Baca juga: Rangkuman Materi Jaringan Komputer dan Internet untuk SMK Kelas 10 Semester 1
Demikian rangkuman IPS kelas 9 bab 4 yang disajikan secara lengkap. Semoga bermanfaat untuk membantu siswa belajar di rumah. (DAP)
