Konten dari Pengguna

Rangkuman PAI Kelas 9 Bab 10 Kurikulum Merdeka untuk Panduan Belajar Siswa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rangkuman pai kelas 9 bab 10. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rangkuman pai kelas 9 bab 10. Sumber: pexels.com

Memiliki rangkuman materi dari mata pelajaran tertentu memang akan memudahkan siswa dalam memahami materi yang sudah disampaikan oleh guru. Jadi, tidak heran jika siswa kerap mencari rangkuman PAI kelas 9 bab 10 Kurikulum Merdeka.

Seperti yang diketahui bahwa PAI merupakan mata pelajaran keagamaan yang wajib diikuti oleh siswa beragama Islam. Dengan adanya rangkuman materi ini, maka siswa akan lebih terarah saat belajar mandiri.

Rangkuman PAI Kelas 9 Bab 10 Kurikulum Merdeka

Ilustrasi rangkuman pai kelas 9 bab 10. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Rahmat (2019:4), Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an dan Al-Hadis serta dalam pemikiran para ulama dan dalam praktik sejarah umat Islam.

Bagi yang sedang mencari rangkuman PAI kelas 9 bab 10 Kurikulum Merdeka, berikut ini adalah informasi selengkapnya.

1. Sejarah Peradaban Islam Masa Daulah Syafawi

Daulah Syafawi mempunyai perbedaan dengan Daulah Turki Usmani dan Mughal di Indonesia. Hal ini karena Daulah Syafawi menganut ajaran Syifah yang akhirnya melahirkan negara Iran di Timur Tengah.

  • Masa Awal Berdiri Daulah Syafawi di Persia (1502 – 1587)

    Daulah Syafawi awalnya merupakan gerakan tarekat Syafawi yang didirikan Syafi Al-Din di Ardabil Azerbaijan, bertujuan untuk membersihkan ajaran Islam dari kemungkaran dan kebidahan (bid’ah). Daulah Syafawi didirikan oleh Abu Al-Muzafar Ismail bin Haydar as-Syafawi/Ismail I (1502-1524) sebagai raja yang pertama.

  • Masa Kemajuan Daulah Syafawi di Persia (1587 – 1629)

    Kemajuan Daulah Syafawi terjadi pada masa kepemimpinan raja kelima Daulah Syafawi, yaitu Abbas bin Mohammad/Abbas I (1587-1629). Kemajuan yang diperoleh beberapa di antaranya, daerah kekuasaan Daulah Syafawi terbentang dari Sungai Tiggris hingga Sungai Indus, kemajuan dalam berbagai aspek, Terjalin persahabatan dan diplomasi dengan Daulah Turki Usmani, Daulah Mughal di India, bangsa Cremia dan Rusia.

  • Masa Kemunduran Daulah Syafawi di Persia (1529 – 1532)

    Masa kemunduran Daulah Syafawi di Persia terjadi pada saat Safi Mirza/ Safi (1629-1642). Selanjutnya, kekuasaan beralih ke tangan raja ketujuh yakni Soltan Mohammad Mirza/Abbas II (1642-1666).

    Raja kedelapan Daulah Syafawi adalah Suleiman I (1666-1694). Kekuasaan berikutnya beralih ke Sultan Husein (1694- 1722). Kemudian pada tahun 1722-1729, Daulah Hotak menguasai Daulah Syafawi dan Iran. Terakhir, pada tahun 1729-1732, Tahmasp II raja ke 10 Daulah Syafawi, berhasil merebut kekuasaan dari Shāh Ashraf Hotak.

  • Masa Kehancuran Daulah Syafawi di Persia (1732 – 1736)

    Masa kehancuran DaulahSyafawi di Persia terjadi ketika pemerintahanAbbas III (1732-1736) raja ke 11 Daulah Syafawi. Dia diangkat menjadi pemimpin pada 1732 M, dan digulingkan pada 1736, ketika Nader Khan dinobatkan sebagai Nader Shah. Setelah itu, dia dimasukan ke dalam penjara di Sabzevar, Khorasan bersama ayahnya. Hal ini sekaligus menandai akhir Daulah Syafawi.

2. Keteladanan yang Bisa Diterapkan dari Sejarah Daulah Syafawi di Persia

  • Kegigihan Daulah Syafawi dalam bidang keagamaan, yang menerapkan sistem toleransi antar umat beragama.

  • Kegigihan Daulah Syafawi dalam bidang Ilmu Pengetahuan, sehingga dikenal sebagai negara penghasil ilmuwan.

  • Kegigihan Daulah Syafawi dalam bidang Ekonomi, ditandai dengan perkembangan perekonomian negara yang stabil.

3. Sejarah Perdaban Islam Masa Daulah Mughal di Indonesia

  • Masa Awal Berdiri Daulah Mughal di India (1526-1556)

    Zahirudin Muhammad Babur (1526-1539 M) dengan melakukan misi perluasan wilayah sampai ke Samarkhand, Kabul, Afghanistan, dan India. Selanjutnya, Nashirudin Humayun (1530-1556 M) dengan menggagalkan pemberontakan Bahadur Syah (penguasa Gujarat) dan Sher Khan.

  • Masa Kemajuan Daulah Mughal di India (1556-1712)

    Jalaludin Muhammad Akbar (1556-1605 M) membawa Mughal banyak kemajuan, seperti dalam bidang militer, pendidikan, politik, seni, budaya, sosial, dan keagamaan. Kemudian Nuruddin Muhammad Jahangir Pasha Ghazi (1605-1628 M) memerintah dengan didukung kekuatan militer yang besar sehingga tidak banyak pemberontakan yang muncul.

    Selanjutnya, Shah-Jahan-e-Azam (1628-1658 M) merupakan seorang pemimpin terpelajar dan berjiwa intelektual. Sedangkan Sultan Aurangzeb Alamgir (1659-1707 M) merupakan pemimpin yang sederhana, memegang teguh ajaran Islam jugs hafal Al-Qur’an.

    Terakhir, masa Bahadur Syah (1707-1712 M) beliau memerintah setelah terjadi pertempuran Jajau dengan saudaranya yang bernama Muhammad Azam Syah karena perebutan kekuasaan.

  • Masa Kemerosotan Daulah Mughal di India (1712-1837 M)

    Beberapa kaisar yang memegang tahta kekuasaan Mughal, antara lain:

    1. Jahandar Shah (memerintah tahun 1712-1713 M)

    2. Muhammad Fakhrukhsiyar (memerintah tahun (1713-1719 M)

    3. Rafi ud-Darajat (memerintah sekitar 4 bulan di tahun 1719 M)

    4. Shah Jahan II (memerintah sekitar 3 bulan di tahun 1719 M)

    5. Muhammad Syah/Roshan Akhtar (memerintah tahun 1719-1748 M)

  • Masa Kehancuran Daulah Mughal di India (1837-1857 M)

    Mirza Abu Zafar Sirajudin Muhammad Bahadur Shah Zafar yang bergelar Bahadur Syah II, merupakan penerus terakhir Mughal. Pada periode ini Daulah Mughal mengalami kehancuran.

4. Keteladanan yang Bisa Diterapkan dari Sejarah Daulah Mughal India

  • Keberhasilan membangun beberapa madrasah, masjid dan perpustakaan, sehingga banyak para pencari ilmu datang ke Mughal.

  • Upaya menghargai seni bidang arsitektur dibuktikan dengan beberapa peninggalan berupa bangunan megah.

  • Keberhasilan menerapkan kebijakan yang bersifat universal, yakni setiap warga negara diberikan hak yang sama.

Baca Juga: Rangkuman Materi PAI Kelas 8 Semester 2 untuk Siswa

Jadi, itulah rangkuman PAI kelas 9 bab 10 Kurikulum Merdeka yang bisa siswa catat dan pelajari. (Anne)