Rangkuman PPKn Kelas 9 Bab 4: Keberagaman Bangsa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Materi yang dipelajari dalam mata pelajaran PPKn kelas 9 terdiri dari 6 bab. Untuk memudahkan dalam memahaminya, siswa dapat belajar dari rangkuman. Salah satunya tentang rangkuman PPKn kelas 9 bab 4.
Adanya rangkuman dalam suatu bab membuat siswa lebih mudah dalam memahami materi yang diajarkan guru di sekolah. Jadi saat siswa mengerjakan evaluasi bab yang satu ini, tidak kesulitan dalam menjawabnya.
Rangkuman PPKn Kelas 9 Bab 4 untuk Siswa
Menurut Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX, Ai Tin Sumartini dan Asep Sutisna Putra (2018) pada bab 4, siswa akan mempelajari tentang Keberagaman Masyarakat Indonesia dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Untuk memudahkan siswa dalam mempelajarinya, berikut rangkuman PPKn kelas 9 bab 4.
A. Makna Persatuan dalam Kebangsaan
Persatuan berarti perkumpulan dari berbagai komponen yang membentuk menjadi satu. Sedangkan kesatuan merupakan hasil perkumpulan tersebut yang telah menjadi satu dan utuh yang erat hubungannya dengan keutuhan.
Kesatuan berbangsa Indonesia, berarti keadaan yang merupakan satu keutuhan sebagai bangsa Indonesia. Di sisi lain, kesatuan bertanah air, merupakan satu keutuhan di dalam wilayah yang dihuni secara turun temurun oleh bangsa Indonesia.
Dalam mewujudkan persatuan dalam keragaman masyarakat Indonesia memerlukan:
Pengembangan sikap tidak memandang rendah suku atau budaya yang lain
Tidak menganggap suku dan budayanya paling tinggi dan paling baik
Menerima keragaman suku bangsa dan budaya sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya
Lebih mengutamakan negara daripada kepentingan daerah atau suku masing-masing.
B. Prinsip Persatuan dalam Keberagaman Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan
Untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman, masyarakat Indonesia perlu berpegang kepada prinsip-prinsip persatuan dan kesatuan. Prinsip tersebut adalah:
Prinsip Bhinneka Tunggal Ika
Prinsip ini mengharuskan masyarakat mengakui bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keanekaragaman suku, bahasa, agama, dan adat kebiasaan
Prinsip Nasionalisme Indonesia
Nasionalisme merupakan paham yang mencintai tanah air, adanya kesiapsiagaan dari warga negara untuk membela tanah airnya Nasionalisme Indonesia tidak berarti bahwa kita merasa lebih unggul daripada bangsa lain.
Masyarakat tidak ingin memaksakan kehendak kepada bangsa lain. Sebab, pandangan semacam ini hanya mencelakakan satu negara.
Prinsip kebebasan yang Bertanggung Jawab
Setiap warga negara memiliki kebebasan untuk melakukan sesuatu, tetapi bukan kebebasan yang kebablasan. Namun, kebebasan yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dan undang-undang kepada sesama manusia, serta kepada bangsa dan negara.
Prinsip Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang merupakan satu kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.
Prinsip Persatuan Pembangunan untuk Mewujudkan Cita-Cita Reformasi
Dengan semangat persatuan Indonesia, masyarakat harus dapat mengisi kemerdekaan serta melanjutkan pembangunan menuju masyarakat yang adil dan makmur sebagai cita-cita bangsa.
C. Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia
Bentuk Keberagaman Masyarakat Indonesia
Kekayaan bangsa Indonesia akan keberagaman, merupakan suatu hal yang harus dijadikan sebagai dorongan bagi masyarakat untuk mengenal dan memahami setiap keberagaman yang ada di masyarakat Indonesia.
Tujuannya agar keberagaman yang dimiliki menjadi sebuah kekuatan sehingga bangsa Indonesia dapat lebih maju dan lebih bermartabat.
Keberagaman masyarakat Indonesia, meliputi suku bangsa, agama, budaya, adat istiadat, bahasa daerah, pandangan politik, dan golongan.
a. Suku Bangsa
Suku-suku bangsa yang tersebar di Indonesia merupakan warisan sejarah bangsa. Persebaran suku bangsa dipengaruhi oleh faktor geografis, perdagangan laut, dan kedatangan para penjajah di Indonesia.
Persebaran yang luas menjadikan suku bangsa di Indonesia memiliki ciri dan karakter tersendiri yang berbeda antara satu suku bangsa yang satu dengan yang lainnya.
b. Adat Istiadat
Adat istiadat berupa tata kelakuan yang relatif turun-temurun dari generasi ke generasi sebagai warisan nenek moyang sehingga kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku dalam masyarakat. Sedangkan adat yang memiliki sanksi hukum disebut dengan hukum adat.
D. Upaya Pencegahan Konflik yang Bersifat SARA
Keberagaman budaya di satu sisi memberikan peran penting bagi bangsa dan masyarakat besar seperti Indonesia. Tentu saja hal tersebut dapat terjadi apabila keragaman kebudayaan tersebut dikelola dengan tepat. Bagaimana bila tidak dikelola dengan tepat?
Malapetakalah yang akan melanda. Hampir semua negara yang penduduknya heterogen seperti India dan Filipina, termasuk Indonesia setiap saat dapat terjadi konflik bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).
Adapun, cara represif adalah upaya mengatasi masalah pada saat atau setelah terjadi masalah. seperti penangkapan, pembubaran paksa, dan sebagainya.
Selain itu, ada cara kuratif, merupakan upaya tindak lanjut atau penanggulangan akibat masalah yang terjadi. Cara ini bertujuan untuk mengatasi dampak dari masalah yang terjadi.
Misalnya, pendampingan bagi korban kerusuhan, perdamaian, kerja sama, dan sebagainya. Selain itu, upaya menyelesaikan konflik di masyarakat dapat juga dilakukan dengan mengembangkan sikap saling menghargai dan menghormati berbagai keragaman di masyarakat.
Baca Juga: Kunci Jawaban PPKN Kelas 9 Halaman 145 tentang Harmoni Keberagaman
Itulah rangkuman PPKn kelas 9 bab 4 tentang Keberagaman Masyarakat Indonesia dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Semoga dengan informasi di atas lebih memudahkan dan cepat dalam memahami materi yang satu ini.(MZM)
