Refleksi Perilaku Beriman Kepada Hari Akhir yang Perlu Diamalkan Umat Muslim

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beriman kepada hari akhir merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim. Pasalnya, beriman kepada hari akhir adalah salah satu dari enam rukun iman dalam agama Islam.
Syaikh Muhammad bin Sholih al ‘Utsaimin menerangkan bahwa alasan disebut sebagai hari akhir tidak lain karena pada hari itu tidak akan ada hari lagi setelahnya. Singkatnya, saat itu merupakan tahapan yang terkahir dari kehidupan manusia.
Pengertian mengenai hari akhir juga diterangkan melalui firman Allah SWT dalam Alquran berikut ini:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya:
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (QS. Al A'raf, 187)
Refleksi Perilaku Beriman Kepada Hari Akhir
Mengimani hari akhir berarti mengimani hari kebangkitan, mengimani adanya hisaab (perhitungan) dan jazaa’ (balasan), serta mengimani adanya surga dan neraka.
Selain itu, beriman kepada hari akhir juga mencakup mengimani segala peristiwa yang akan terjadi setelah kematian seperti fitnah kubur, adzab kubur dan juga nikmat kubut.
Melansir dari berbagai sumber, adapun perilaku yang merefleksikan tentang beriman kepada hari akhir adalah sebagai berikut:
Selalu merasa senang dan bersemangan dalam melakukan ketaatan kepada Allah SWT
Selalu merasa takut untuk melakukan kemaksiatan
3. Semakin beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT
Mempersiapkan diri secara professional sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran berikut ini:
فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا ٱلسَّاعَةَ أَن تَأْتِيَهُم بَغْتَةً ۖ فَقَدْ جَآءَ أَشْرَاطُهَا ۚ فَأَنَّىٰ لَهُمْ إِذَا جَآءَتْهُمْ ذِكْرَىٰهُمْ
Fa hal yanẓurụna illas-sā'ata an ta`tiyahum bagtah, fa qad jā`a asyrāṭuhā, fa annā lahum iżā jā`at-hum żikrāhum
Artinya:
Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang? (QS. Muhammad, 18)
Nah, demikianlah sejumlah perilaku yang merefleksikan bahwa seorang mukmin beriman kepada hari akhir.
Untuk menjaga keimanan terhadap hari akhir, sudah selayaknya kita senantiasa menggali informasi mengenai hari akhir yang terdapat dalam Alquran, Al Hadist dan ilmu terapan lainnya. (RYFA)
