Konten dari Pengguna

Rencana Pembelajaran Berdasarkan Experiential Learning - Cerita Modul 2 PPG

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rencana pembelajaran berdasarkan experiential learning - Sumber: unsplash.com/@husniatisalma
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rencana pembelajaran berdasarkan experiential learning - Sumber: unsplash.com/@husniatisalma

Rencana pembelajaran berdasarkan experiential learning merupakan salah satu pendekatan yang semakin ditekankan dalam dunia pendidikan. Khususnya dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Dengan menempatkan pengalaman sebagai inti dari pembelajaran, guru dapat membangun koneksi yang lebih kuat antara materi ajar dan kehidupan sehari-hari siswa.

Referensi Jawaban untuk Rencana Pembelajaran Berdasarkan Experiential Learning - Cerita Reflektif Modul 2 PPG

Ilustrasi rencana pembelajaran berdasarkan experiential learning - Sumber: unsplash.com/@husniatisalma

Experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses belajar melalui keterlibatan langsung dalam suatu pengalaman nyata. Konsep ini dikembangkan oleh David Kolb.

Menurut buku Experiential Learning in Philosophy, (2015), Kolb menyatakan bahwa seseorang belajar secara efektif ketika mereka mengalami, merefleksikan, memahami, dan menerapkan pengetahuan dalam situasi yang relevan dengan kehidupan nyata.

Experiential learning terdiri dari empat tahapan utama, yaitu:

  1. Concrete Experience (Pengalaman Nyata)

  2. Reflective Observation (Refleksi)

  3. Abstract Conceptualization (Konseptualisasi Abstrak)

  4. Active Experimentation (Eksperimen Aktif)

Di Indonesia, metode pembelajaran ini juga diajarkan kepada para guru yang menjadi peserta PPG. Pada modul 2 PPG, tepatnya dalam cerita reflektif, para guru diminta menjawab mengenai rencana pembelajaran berdasarkan experiential learning.

Berikut adalah beberapa referensi jawaban yang bisa diberikan untuk pembahasan tersebut.

1. Alternatif Jawaban: Kontekstual dan Berbasis Proyek

Dalam merancang pembelajaran berbasis experiential learning, saya berencana memberikan pengalaman langsung kepada siswa melalui kegiatan berbasis proyek (project-based learning). Misalnya, pada mata pelajaran IPS, siswa diminta melakukan observasi ke lingkungan sekitar untuk mengidentifikasi masalah sosial, lalu membuat laporan dan presentasi solusi.

Dengan cara ini, mereka tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga mengalami proses berpikir kritis, kolaborasi, dan penyelesaian masalah secara nyata.

2. Alternatif Jawaban: Simulasi dan Peran Siswa Aktif

Rencana pembelajaran saya akan melibatkan simulasi sebagai strategi utama experiential learning. Misalnya, saat mengajarkan materi "proses persidangan" dalam PPKn, saya akan membagi siswa menjadi beberapa peran seperti hakim, jaksa, pengacara, dan terdakwa.

Lewat simulasi tersebut, siswa belajar melalui pengalaman langsung, merasa terlibat, dan memahami proses hukum secara lebih mendalam daripada sekadar membaca buku teks.

3. Alternatif Jawaban: Belajar Lewat Pengalaman di Lapangan

Untuk mendukung pembelajaran yang lebih bermakna, saya merancang kegiatan observasi langsung ke lapangan. Dalam pelajaran IPA, siswa akan mengamati ekosistem sekitar sekolah atau melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman.

Mereka akan mencatat data, membuat kesimpulan, dan mendiskusikannya di kelas. Pendekatan ini saya pilih agar siswa bisa membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman, bukan sekadar hafalan.

Baca Juga: Apakah Anda Sudah Memahami Experiential Learning dan Menerapkannya?

Rencana pembelajaran berdasarkan experiential learning sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan rancangan rencana tersebut, siswa dapat terlibat secara aktif dan memperoleh pengalaman langsung yang berkaitan dengan materi pelajaran. (DNR)