Konten dari Pengguna

Renungan Harian Kristen Terbaru Lengkap dengan Ayat Alkitab

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Renungan Harian Kristen. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Renungan Harian Kristen. (Foto: Pixabay)

Kualitas hidup dan kebahagiaan adalah buah dari bagaimana karunia Tuhan yang kita nikmati setiap harinya. Dalam agama Kristen, kita percaya bahwa kita hidup karena Kristus. Hanya karena kasih dan penyertaan-Nya sajalah kita masih dapat hidup dan melakukan aktivitas setiap harinya.

Oleh karena itu, sebagai umat Kristen yang taat, kita harus terus bertumbuh dan mengenal Kristus lebih dalam lagi. Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai renungan harian Kristen lengkap dengan ayat Alkitab.

Harapannya melalui renungan ini, kita semakin sadar besarnya karunia Tuhan di kehidupan kita, Amin.

Kumpulan Renungan Harian Kristen

Ilustrasi Renungan Harian Kristen. (Foto: Pixabay)

Berikut adalah renungan harian Kristen yang dikutip dari buku Renungan Harian®: Februari 2020 yang ditulis oleh Tim Penulis RH (2020: 2):

1. Sunyi Satu Jam

Nats Alkitab: Mazmur 84: 1–13

Gary Desmond sukses memimpin perusahaannya Hoover Berg Desmond. Salah satu kunci keberhasilannya adalah kebijakan “Sunyi Satu Jam”. Setiap hari kantor selalu dibuka dengan: selama satu jam siapa pun tidak boleh berkomunikasi dengan siapa saja dan dengan cara apa saja, baik di dalam maupun ke luar kantor, kecuali situasi darurat. Setiap orang menghadapi meja kerja masing-masing, menaruh fokus penuh pada desain pesanan dari pelanggan. Alhasil, efisiensi dan kualitas pekerjaan mereka meningkat secara luar biasa!

Waktu mengenal kualitas. Waktu bukan perihal berapa lamanya saja. Sejam, sehari, atau sebulan, Raja Daud merasakan dan bersaksi tentangNya. Menjalani waktu tergantung kita berada di mana, bersama siapa, dan mengerjakan apa serta dengan cara seperti apa. Daud amat gemar berada di pelataran rumah Allah. Bersama para peziarah yang sedang beribadah, berdoa, menyembah serta memuji-muji Tuhan, semua dilakukan oleh Daud untuk mendapatkan kualitas terbaik dengan Tuhan. Benar, rasanya lebih baik satu hari di pelataran Tuhan dari pada seribu hari di tempat lain.

Mari kita jalani waktu dengan mengutamakan buah kualitas dengan Tuhan. Setelah Tuhan tentu keluarga menjadi prioritas kita. Alokasikan waktu, tentukan jadwal yang pasti, pilih tempat terbaik, dan syukurilah kebersamaan itu dengan hati yang gembira.

2. Apa yang Menjadi Ukuran Keberhasilan?

Selanjutnya ada renungan harian Kristen tentang motivasi hidup yang dikutip dari buku Renungan Harian Kristen: Metanoia karangan Feri Fajar Ento.

Banyak orang yang mengira bahwa dalam hidupnya sudah melakukan hal-hal benar atau setidaknya sudah cukup melakukan banyak hal untuk memenuhi tanggung jawabnya. Di sisi lain ada juga yang sudah berusaha dengan keras namun masih mengalami banyak kekurangan atau kegagalan. Jadi apa sebenarnya ukuran sebuah keberhasilan?

Dalam sekolah, seorang pelajar dikatakan berhasil apabila memperoleh prestasi secara akademik ataupun non-akademik. Tetapi dalam hal berbuat kebaikan atau melayani di Gereja, keberhasilan sangatlah sulit untuk diukur. Ada yang mengira bahwa pelayanan musik adalah segala-galanya, tetapi ada juga yang mengira bahwa menjadi ketua persekutuan remaja berarti memimpin dalam segala hal.

Lalu, apa sebenarnya yang menjadi ukuran keberhasilan? Dalam Amsal 16: 2, Firman Tuhan berkata, bahwa setiap orang memiliki ukurannya terhadap sesuatu dan sering menganggap bahwa yang dilakukannya adalah yang paling benar. Namun, hanya Tuhan yang mengetahui kualitas hati seseorang. Maka, umat Kristen harus terlebih dahulu mengetahui motivasi untuk melakukan sesuatu yang benar. Marilah hidup dengan motivasi hidup yang benar bersama Tuhan dan sesama.

3. Still Our Soul

Mengutip buku Renungan Harian Remaja Volume 20 yang diterbitkan oleh Tim Penulis RH, berikut renungan harian untuk Kristen yang lainnya.

Mazmur 23:2b, "Ia membimbing aku ke air yang tenang,"

Salah satu tantangan kita di era milenial ini adalah hurry alias terburu-buru, iya enggak? Coba deh, setiap hari kita selalu merasa enggak cukup waktu, diuber pekerjaan, deadline, aktivitas yang menumpuk, dan lainnya. Tugas sekolah, aktivitas ini, pelayanan, mungkin bikin kita kelelahan.

Sebagai anak muda kita ingin produktif, kita berpikir kalo kita terus aktif dan bergerak maka hidup kita bakal maksimal. Hati-hati! Tubuh kita enggak didesain untuk kerja terus menerus.

Sewaktu revolusi Perancis, pemerintah enggak memberikan hari libur, setiap hari orang harus bekerja. Dampaknya, perekonomian negara meningkat, tetapi beberapa bulan berikutnya perekonomian mereka anjlok karena penduduk Perancis jadi mudah sakit.

Guys, Tuhan memerintahkan istirahat di dalam sepuluh hukum-Nya (Kel 34:21), artinya , istirahat penting di mata Tuhan. Prinsip hari Sabat adalah berhenti dari aktvitas sehari-hari agar kita bisa isi ulang kembali kekuatan kita, menghabiskan waktu dengan Tuhan, memiliki waktu berkualitas bareng keluarga dan teman, serta memperlambat hidup kita supaya bisa punya kekuatan baru untuk beraktivitas lagi dengan maksimal.

Tuhan yang mendesain tubuh kita, la tahu banget kalau tubuh membutuhkan rehat dan istirahat. Kalo kita sering marah-marah, emosian, hmm, kayaknya memang kita perlu rehat, ambil sedikit waktu untuk berlibur dan segarkan diri.

Liburan dengan kadar yang tepat itu Alkitabiah, Tuhan menyukai itu. Mengadakan retreat pribadi sehingga kamu dapat berelasi pribadi dengan Tuhan pun penting masuk di agenda pribadi.

Dengan istirahat sejenak dan lepas dari semua kesibukan, kekuatan kita akan terisi kembali. Retreat pribadi bersama Tuhan membuat roh kita kembali disegarkan. Dengan kekuatan baru, kita menjadi lebih semangat mengerjakan tugas-tugas di depan kita. Take time to still our soul!

4. Bergantung pada Tuhan bukan Manusia

Sebagai umat Yesus, Ia telah mengajarkan di dalam Alkitab Daud bahwa hadapi masalah dengan tidak gentar. Hal ini juga disebutkan dalam kitab Mazmur 144:1, "Terpujilah Tuhan gunung batuku yang mengajar tanganku untuk bertemput dan jari-jariku untuk berperang,"

Daud itu tidak lari ketika menghadapi masalah tapi dia percaya dengan pertolongan Tuhan, dia bisa menang melawan singa dan beruang.

Tahukah anda, bahwa semakin banyak masalah yang bisa kita selesaikan dan semakin besar musuh yang bisa kita kalahkan, semakin cakap kita menghadapi persoalan.

Ketika menghadapi persoalan banyak orang Kristen mentalnya cengeng, pengecut dan mudah menyerah. Ketika menghadapi masalah dan tantangan mari belajar dari Daud.

Perlakuan orang terhadap dia bahkan orang terdekatnya dan orangtuanya sendiri tidak membuat Daud lemah tapi sudah out dan bangkit serta menaruh kepercayaannya kepada Tuhan.

Anak-anak muda saya mau katakan, kita nggak bisa pilih siapa orang tua kita, kita tidak bisa mengendalikan bagaimana orang memperlakukan kita, kita tidak bisa pasang papan nama di dada kita dan berkata Jangan Sakiti saya.

Kita tidak bisa menghentikan badai yang menerpa persoalan yang datang dalam hidup kita. Tapi apa reaksi kita saat menentukan apa yang akan datang kemudian.

Berserulah kepada Tuhan dan jangan kepada manusia setiap kali menghadapi masalah dalam hidup pergumulan hidup ini, nomor satu Datanglah kepada tuhan.

Semoga kasih Kristus selalu menyertaimu, Amin!

(CHL & JA)