Konten dari Pengguna

Renungan Harian Yesaya 60 bagi Umat Kristen

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Unsplash.com - Renungan Yesaya 60
zoom-in-whitePerbesar
Unsplash.com - Renungan Yesaya 60

Yesaya 60 merupakan pasal keenam puluh dari Kitab Yesaya dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab. Memuat Firman Allah yang disampaikan oleh Nabi Yesaya bin Amos khususnya yang berkenaan tentang Yehuda dan Yerusalem. Nabi ini hidup pada zaman Raja Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia dari Kerajaan Yehuda sekitar abad ke-8 SM

Naskah asli Yesaya 60 konon ditulis dengan menggunakan bahasa Ibrani. Sebagai umat Kristen, isi dari Yesaya 60 ini bisa dijadikan sebagai bahan renungan harian.

Renungan Yesaya 60 dalam Ayat Alkitab

Pada Yesaya 60 ayat 1-4 berisi:

"Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong."

Melalui ayat alkitab firman tersebut, dapat kita renungkan bahwa Tuhan mengajak umat-Nya untuk bangkit dan menjadi terang bagi dunia yang gelap karena dosa. Kita adalah orang-orang yang dipanggil Tuhan untuk membawa solusi bagi lingkungan tempat tinggal kita.

Tanpa terang Tuhan kita pasti akan tersesat, tanpa terang Tuhan kita akan selalu merasakan resah, takut, dan bimbang. Tuhan mengajarkan kita untuk selalu bersikap waspada, maka kita berwasapada dengan terang firman-Nya agar tidak tersesat.

Tuhan mengerti kelemahan kita, itulah sebabnya kita diperlengkapi oleh Tuhan dengan kemuliaanNya. Kelemahan kita manusia bukanlah menjadi alasan sebab Tuhan telah memberikan diri-Nya untuk mengalahkan kelemahan kita manusia.

Tuhan memerintahkan kita untuk bangkit, jangan membiarkan dirimu disesatkan, disusahkan oleh apa pun, jangan sia-siakan kebaikan Tuhan. Jangan mau di sesatkan oleh kebahagiaanmu hari ini, kesusahanmu hari ini, jangan mau disesatkan oleh sakit hati, kemarahan, kebencian, namun biarlah hati kita selalu diterangi oleh terang Tuhan, sebab tidak ada hidup yang lebih baik dan lebih indah selain dari takut akan Tuhan.

Unsplash.com

Hal tersebut seperti yang tertulis pada Yesaya 60:19

"Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu."

Maka janganlah pernah kita menyia-nyiakan kesetiaan Tuhan Yesus, sebab banyak bangsa yang mencari wajah Tuhan dan ternyata tidak bisa menemukan. Tetapi oleh Kasih Karunia saja kita mendapatkan sinar terang dari wajah Tuhan kita Yesus Kristus. Wajah Tuhan terarah kepada orang-orang benar.

Yesaya 60:20

"Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir."

Seperti yang dilansir dari Smart Book for Christianity: Perjanjian Lama, Lukas Adi S, 2021, kita mungkin bukanlah siapa-siapa di dunia yang besar ini, bukan seseorang yang dihormati dan dikagumi karena jabatan atau kehormatan yang melekat dalam diri kita, tetapi Tuhan memberikan kemuliaan sebagai umat Kristen yang jauh lebih besar nilainya dari apapun yang ada di dunia ini, bahwa dari dalam diri kita ada pancaran terang Tuhan. (DNR)