Ringkasan Perjuangan Perlawanan Rakyat Maluku dalam Catatan Sejarah

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ringkasan perjuangan perlawanan rakyat Maluku merupakan salah satu pembahasan yang ada pada kunci jawaban di buku Materi PPKN Kelas 7: Perjuangan Pahlawan Kemerdekaan. Perlawanan rakyat Maluku dikenal sebagai salah satu perlawanan terhebat di negeri ini pada masa penjajahan. Dua negara yang pernah mencoba menguasai kawasan Maluku adalah Portugis dan Belanda. Mereka mengincar Maluku karena kekayaan rempah-rempahnya.
Ringkasan Perjuangan Perlawanan Rakyat Maluku
Secara singkat, ringkasan perjuangan perlawanan rakyat maluku menurut catatan sejarah adalah seperti ini:
Masa perjuangan: 1811-1818
Musuh: VOC Hindia Belanda
Ringkasan perjuangan: Tokoh penting dalam perlawanan rakyat Maluku adalah Kapitan Pattimura. Ada banyak perjuangan yang telah dilakukan beliau, antara lain:
Menentang berbagai kebijakan Belanda
Melakukan berbagai penyerbuan ke benteng VOC
Menghancurkan kapal-kapal VOC
Perjuangan rakyat Maluku harus berakhir saat akhirnya Kapitan Pattimura ditangkap dan dihukum gantung pada 16 Desember 1817.
Sejarah Perjuangan dan Perlawanan Rakyat Maluku
Perlawanan rakyat Maluku mengusir bangsa Belanda dimulai karena munculnya praktik monopoli dan sistem pelayaran Hongi yang semakin menyengsarakan dan membuat rakyat menderita.
Belanda melaksanakan sistem penyerahan wajib sebagian hasil bumi terutama rempah- rempah kepada VOC. Selain itu, juga mengadakan sistem pelayaran Hongi (hongitochten), berupa inspeksi dari Kompeni dengan mengunjungi satu per satu pulau-pulau di Maluku. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlangsungan monopoli rempah-rempah.
Tidak berhenti sampai di situ, Kompeni juga mengklaim bahwa mereka memiliki hak ekstirpasi, yaitu hak memusnahkan pohon pala dan cengkeh jika harganya sampai mengalami penurunan.
Pada tahun 1635 di bawah pimpinan Kakiali, Kapitan Hitu perlawanan rakyat Maluku dimulai. Sayangnya, Kakiali tewas terbunuh. Perjuangan lalu dilanjutkan oleh Kapitan Tulukabessy. Perlawanan ini baru dapat dipadamkan pada tahun 1646. Sampai akhir abad ke-18 tak terdengar lagi perlawanan pada VOC.
Pada 1817 muncul Pattimura yang berasal dari di Pulau Saparua. Dalam perlawanannya, Benteng Duurstede berhasil dihancurkan oleh rakyat Maluku. Bahkan, Residen Belanda Van den Bergh terbunuh dalam peristiwa tersebut. Belanda yang terus membawa pasukan dari Ambon hingga Jawa demi mengalahkan rakyat Maluku akhirnya benar-benar membuat rakyat Maluku harus mundur karena kehabisan pasokan makanan. Demi menyelamatkan rakyatnya dari kelaparan, Thomas Mattulessi atau Patimurra menyerahkan diri. Di ditangkap lalu dijatuhi dihukum mati.
Setelah itu, Khristina Martha Tiahahu menggantikan kepemimpinan Pattimura. Sayangnya, perjuangan ini pun harus terhenti saat ia ditangkap dan dibawa ke pengasingan di Jawa. Tiahahu meninggal dunia pada 2 Januari 1818 karena sakit, sehingga akhirnya perjuangan rakyat Maluku pun terhenti.
Demikian ringkasan perjuangan perlawanan rakyat Maluku yang tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Selain Maluku, perlawanan juga terjadi di beberapa wilayah lainnya, seperti Jawa, Sumatera Barat, dan Aceh. (DNR)
