Rukun Umroh Ada 5, Berikut Penjelasannya Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibadah umrah adalah ibadah yang dijadikan sebagai alternatif jika umat Muslim belum bisa melaksanakan ibadah haji karena berbagai hal. Salah satu perbedaan ibadah haji dan umroh adalah dari waktu pelaksanaannya, dimana ibadah umroh bisa dilakukan kapan saja berbeda dengan ibadah haji yang harus dilakukan saat musim haji dan hanya satu tahun sekali. Umroh sendiri dapat diartikan sebagai ziarah atau berkunjung ke ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah di sana. Sama seperti ibadah lainnya, umroh juga memiliki rukun-rukun yang harus dilaksanakan. Artikel kali ini akan membahas mengenai rukun umroh ada 5 dan penjelasannya lengkap sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.
Rukun Umroh sesuai Ajaran Nabi Muhammad
Anjuran melaksanakan ibadah umroh sendiri tertuang dalam ayat Al-Quran maupun Al-Hadis. Salah satunya adalah surat Al-Baqarah ayat 158.
إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ ٱلْبَيْتَ أَوِ ٱعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ ٱللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya'ā`irillāh, fa man ḥajjal-baita awi'tamara fa lā junāḥa 'alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa'a khairan fa innallāha syākirun 'alīm
Artinya: "Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumroh, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui."
Setelah mengetahui dasar hukum umroh dalam Al-Quran, selanjutnya adalah mengetahui rukun-rukun umroh yang berjumlah lima dan wajib dilaksanakan agar ibadah umroh menjadi sah yang dikutip dari buku Saya Bisa Manasik haji karya A. Latif Usman, (2011: 13).
Ihram atau niat menjadi kegiatan untuk mengawali ibadah umroh. Selain niat sebelum melakukan ibadah umroh seorang muslim juga wajib mengenakan pakaian ihram atau kain tanpa jahitan dan melafalkan niat dari miqat atau titik awal memulai ibadah umroh.
Tawaf merupakan rukun umroh yang kedua. Tawaf adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali. Titik awal memulai tawaf adalah di Hajar Aswad. Saat melakukan tawaf sangat dianjurkan untuk mengusap Hajar Aswad. Karena Ka'bah selalu ramai oleh umat Islam maka jika tidak memungkinkan untuk mengusap Hajar Aswad maka bisa dengan melambaikan tangan.
Sai menjadi rukun umroh yang ketika, sai sendiri adalah kegiatan berlari-lari kecil dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwah. Sai dilakukan sebanyak tujuh kali, pada melakukan sai tidak ada bacaan doa yang dikhususkan jadi diperbolehkan untuk membaca doa sesuai dengan yang diinginkan.
Tahalul atau mencukur adalah rukun umroh yang keempat. Tahallul sendiri memiliki makna melepaskan diri dari ihram atau mencukur rambut. Tahalul dilakukan di luar Masjidil Haram di dekat Bukit Marwah.
Tertib adalah rukun umroh yang terakhir, jadi dalam melaksanakan ibadah umroh harus dilakukan secara tertib dan urut sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan pastikan jangan lewatkan setiap rangkaian ibadah umroh.
Demikian adalah pembahasan terkait rukun umroh ada lima dan penjelasannya lengkap sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. (WWN)
