Konten dari Pengguna

Rumus dan Contoh Soal Bunga Majemuk dalam Matematika

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh soal bunga majemuk, sumber foto: unsplash.com/Towfiqu barbhuiya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh soal bunga majemuk, sumber foto: unsplash.com/Towfiqu barbhuiya

Bunga majemuk adalah salah satu materi dalam pelajaran Matematika. Materi ini berguna dalam kehidupan sehari-hari, karena sering digunakan dalam perbankan. Untuk memahaminya bisa mengerjakan contoh soal bunga majemuk.

Contoh kasus bunga majemuk salah satunya adalah pada saat melakukan pinjaman di bank. Dengan mempelajari materi ini, peminjam bisa menghitung sendiri berapa bunga yang harus dibayar ketika mengajukan pinjaman.

Rumus dan Contoh Soal Bunga Majemuk

Ilustrasi contoh soal bunga majemuk, sumber foto: unsplash.com/Towfiqu barbhuiya

Dikutip dari buku Matematika SMK 2: Kelompok Bisnis dan Manajemen karya Syamsuddin, (1998) dijelaskan bahwa bunga majemuk adalah bunga yang timbul pada setiap akhir jangka waktu tertentu.

Jangka waktu dalam bunga majemuk bisa dalam bulanan, tahunan, atau jangka waktu lainnya. Bunga majemuk akan mempengaruhi besarnya modal dan bunga pada setiap jangka waktunya.

Modal dan bunga semakin bertambah setiap jangka waktunya. Dalam bunga majemuk, modal dan bunga pada tahun atau bulan berjalan tidak ada kaitannya lagi dengan modal dan bunga pada tahun atau bulan sebelumnya.

Lalu apa rumus untuk menghitung bunga majemuk? Berikut ini adalah rumus untuk melakukan perhitungan bunga majemuk.

M = P (1 + i)n

Di mana:

M = modal akhir

P = pokok awal

i = tingkat bunga per periode

n = jumlah periode

Untuk mengimplementasikan rumus di atas, maka bisa mengerjakan contoh soal bunga majemuk berikut ini.

1. Seorang investor menanamkan uangnya sebesar Rp 10.000.000 di sebuah bank dengan bunga majemuk 12% per tahun. Berapa uang yang akan didapatkan investor setelah 3 tahun?

Jawaban:

M = P (1 + i)n

M = 10.000.000 (1 + 0,12)3

M = 10.000.000 (1,12)3

M = 10.000.000 x 1,4049

M = 14.049.000

Jadi, investor akan mendapatkan uang sebesar Rp 14.049.000 setelah 3 tahun.

2. Diketahui modal pinjaman jumlahnya Rp 1 juta memiliki bunga majemuk sebesar 6% per bulan dan wajib dibayar tiap bulan. Maka dalam 2 tahun berapa modal pinjaman akhirnya?

Jawaban:

M = P ( 1 + i/12 )12 x n

M = 1.000.000 ( 1 + 0,06/12) 12 x 2

M = Rp1.127.159,78

Baca juga: 2 Contoh Soal Akuntansi Perusahaan Dagang beserta Cara Penyelesaiannya

Bunga majemuk merupakan salah satu cara untuk mengoptimalkan pengembalian modal atau investasi. Dengan mempelajari rumus dan contoh soal bunga majemuk, maka bisa menerapkan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari. (WWN)