Rumus dan Syarat Uji Chi Square dalam Penelitian Kuantitatif

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam penelitian kuantitatif, terdapat sejumlah rumus yang bisa digunakan untuk menguji validitas data. Salah satunya adalah rumus uji chi square. Jika seorang peneliti menggunakan rumus ini, maka wajib mengetahui syarat uji chi square.
Apabila ternyata hipotesis dan data penelitian tidak memenuhi syarat tersebut, maka peneliti bisa menggunakan cara alternatif lainnya. Lantas, sebenarnya apa saja syarat dari uji chi square ini?
Rumus dan Syarat Uji Chi Square
Chi square merupakan salah satu jenis uji komparatif non parametris yang dapat dilakukan pada dua variabel dengan skala data kedua variabel adalah nominal. Artinya, jika ada dua variabel, maka ada satu variabel dengan skala nominal untuk dilakukan uji chi square.
Mengutip dari buku Biostatistik Dasar, Nur Anita, Lilis Maghfuroh, dan Alphyyanto Eko Sutrisno (2023:87), syarat uji chi square yang perlu diketahui dalam melakukan penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut.
Tidak ada cell dengan nilai frekuensi kenyataan atau disebut juga Actual Count (F0) sebesar 0 (Nol).
Apabila bentuk tabel kontingensi 2 X 2, maka tidak boleh ada 1 cell saja yang memiliki frekuensi harapan atau disebut juga expected count (“Fh”) kurang dari 5.
Apabila bentuk tabel lebih dari 2 x 2, misak 2 x 3, maka jumlah cell dengan frekuensi harapan yang kurang dari 5 tidak boleh lebih dari 20%.
Adapun rumus dari uji chi square antara lain
x2 = ∑(Hasil yang diamati – Hasil yang diharapkan)2)/Hasil yang diharapkan
χ2=∑(Oi−Ei)/2Ei
Keterangan:
χ2 = Nilai Chi Square
c = degree of freedom (df/dk)
Oi = f = Frekuensi hasil yang diamati (observed value)
Ei = fe = Frekuensi yang diharapkan (expected value)
Pada dasarnya, karakteristik uji chi square ini adalah berasal variabel numerik, baik itu yang bertingkat maupun tidak. Sedangkan untuk jenis data string, maka harus diubah dahulu ke bentuk numerik melalui automatic recode yang dapat ditemui di menu transform.
Selain itu, karakteristik lainnya yang perlu dipahami adalah data pada uji chi square selalu diasumsikan sebagai sampel acak atau random. Artinya, data untuk uji non parametrik tidak selalu harus memenuhi asumsi dari distribusi tertentu.
Baca Juga: Mengenal Rumus Vlookup Excel dan Fungsinya
Demikian ulasan singkat tentang rumus dan syarat uji chi square dalam penelitian kuantitatif. (Anne)
