Rumus Mikrometer Sekrup Lengkap dengan Contoh Soalnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan pengukuran secara akurat merupakan hal penting yang perlu diperhatikan sedetail mungkin. Terdapat beberapa jenis alat pengukuran yang dapat digunakan sesuai dengan jenis bendanya, salah satunya adalah mikrometer sekrup. Alat ukur satu ini rupanya memiliki cara mengukur yang berbeda dibanding alat ukur pada umumnya. Untuk dapat menggunakannya dengan benar, mari kita simak rumus mikrometer sekrup lengkap dengan cara membaca hasil pengukurannya berikut ini.
Rumus Mikrometer Sekrup Lengkap dengan Cara Membacanya dengan Benar
Mikrometer sekrup merupakan salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengukur ketebalan atau diameter suatu benda yang berbentuk bola. Alat ukur ini termasuk alat ukur yang memiliki tingkat ketelitian yang cukup tinggi.
Pembahasan lebih lengkap apa itu mikrometer sekrup dipaparkan dalam buku Rangkap (Rangkuman Terlengkap) Teori dan Rumus Matematika yang disusun oleh Tim Grasindo (2016: 174).
Tertulis dalam buku tersebut bahwa mikrometer sekrup merupakan alat yang digunakan untuk mengukur benda yang tipis, seperti diameter kawat, kabel, tebal sehelai kertas, ataupun onderdil kendaraan. Mikrometer sekrup memiliki ketelitian hingga 0,01 mm. Mikrometer sekrup perlu dibaca dengan langkah khusus. Berikut ini cara membaca mikrometer sekrup:
Tentukan skala utama terlebih dahulu, skala utama terletak di bagian atas garis horizontal
Perhatikan skala putar dan carlah garis yang sejajar dengan skala utama
Jumlahkan skala utama dengan skala putar atau skala nonius, sehingga rumus mikrometer sekrup adalah:
Hasil ukur = skala utama + skala putar
Untuk membantu Anda dalam memahami rumus mikrometer sekrup, berikut ini adalah salah satu contoh soal yang disajikan lengkap dengan jawabannya:
Berapa panjang rusuk sebuah kubus jika mikrometer sekrup menunjukkan skala utama dengan ukuran 4,50 mm, skala nonius sebesar 0,31 mm?
Jawaban:
Hasil pengukuran = skala utama + skala putar
Hasil pengukuran = 4,50 mm + 0,31 mm = 4,81 mm
Baca juga: Cara Menghitung Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup Lengkap
Mikrometer sekrup rupanya memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan fungsinya. Dalam buku berjudul Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif untuk SMK/MAK Kelas X yang disusun oleh Saryanto, S.Pd.T.,M.Pd., Gr. (2020: 166) memaparkan bahwa mikrometer sekrup memiliki fungsi utama untuk mengukur besaran panjang suatu benda dengan presisi. Berdasarkan fungsi utamanya, mikrometer dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
Mikrometer luar: dipakai untuk mengukur benda contohnya kawat, lapisan-lapisan, blok-blok, serta batang-batang
Mikrometer dalam: dipakai untuk mengukur sebuah garis tengah dari lubang sebuah benda
Mikrometer kedalaman: digunakan untuk mengukur kedalaman dan ketinggian suatu bebda.
Masih dalam buku yang sama, dijelaskan pula bahwa mikrometer sekrup terdiri dari tujuh bagian penting, yaitu:
Spindle atau poros gerak: sebuah silinder yang dapat digerakkan menuju anvil
Anvil atau poros tetap: bagian mikrometer yang berfungsi sebagai penahan saat sebuah benda akan diukur dan ditempatkan di antara anvil dan spindle
Sleeve: tempat terletaknya skala utama dengan satuan milimeter
Thimble: tempat skala nonius atau skala putar berada
Frame atau bingkai: bagian dari mikrometer yang mempunyai bentuk menyerupai huruf C atau U yang umumnya dibuat dari bahan logam tahan panas.
Pengunci atau lock: bagian yang berfungsi untuk menahan spindle atau poros gerak agar tidak bergerak saat proses pengukuran benda
Ratchet knob: bagian mikrometer sekrup yang digunakan untuk memutar spindle (poros gerak) saat ujung dari spindle telah dekat dengan benda yang akan diukur.
Pembahasan singkat mengenai rumus mikrometer sekrup yang disajikan lengkap dengan fungsi dan cara membacanya dapat Anda ketahui untuk memperluas wawasan Anda mengenai keragaman alat ukur yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. (DAP)
