Rumus NNP untuk Menghitung Produk Nasional Bersih

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat kamu duduk di bangku kelas XI, akan ada pelajaran ekonomi yang membahas mengenai NNP (Net National Product) lengkap dengan cara menghitung dan rumus NNP.
Mengutip dari buku Ekonomi SMA/MA Kls XI (Diknas), Grasindo, NNP adalah sebutan lain dari produk nasional bersih yang berkaitan dengan pendapatan nasional. Tahukah kamu bahwa setiap kegiatan ekonomi yang kita lakukan sehari-hari, mulai dari belanja ke pasar, online shopping, sampai dengan kegiatan jual beli lainnya, ternyata bisa berpengaruh pada pendapatan nasional negara?
Pengertian pendapatan negara atau nasional adalah hasil dari penjumlahan nilai akhir produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam kurun waktu tertentu. Konsep pendapatan nasional terdiri atas 6 macam, yakni GDP, GNP, NNP, NNI, PI, dan DI.
Gross Domestic Product (GDP)
Gross National Product (GNP)
Net National Product (NNP)
Net National Income (NNI)
Personal Income (PI)
Disposable Income (DI)
Baca Juga: Cara Menggunakan Rumus Pendapatan Per Kapita yang Praktis Diikuti
Pengertian dan Rumus NNP (Net National Product)
Net National Product atau Produk nasional bersih adalah istilah yang sering digunakan untuk menunjukkan hasil selisih antara produk nasional bruto dan depresiasi. Perhitungannya dilakukan dengan menggunakan rumus NNP.
NNP juga bisa diartikan sebagai total nilai pasar dari barang dan jasa alias Net National Product (NNP) adalah besarnya Produk Nasional Bruto (PDB) setelah dikurangi penyusutan. Tujuan penghitungan ini adalah untuk mendapatkan angka pendapatan negara atau nasional yang memperhitungkan depresiasi investasi yang terjadi selama periode tertentu.
Rumus NNP
Untuk menghitung NNP, rumus yang biasa digunakan adalah:
Rumus:
NNP= GNP – (Replacement + Depreciation)
Dulu, para ekonom atau individu yang berhubungan langsung dengan perihal keuangan cukup jarang menggunakan perhitungan rumus NNP ini. Bahkan, di awal era tahun 1990-an pun, laporan yang dibuat berdasarkan perhitungan NNP masih belum umum digunakan. Alasannya karena kenaikan PDB sebagai tolok ukur baru yang sering dilaporkan, dan hubungan produk domestik bersih dengannya.
Perhitungan dengan rumus NNP juga berkaitan langsung dengan NNI (Net National Income). Jika NNP adalah hasil selisih Produk Nasional Bruto (PDB) setelah dikurangi penyusutan, NNI adalah jumlah nilai NNP setelah dikurangi pajak tidak langsung. Perbedaannya terletak pada pajak tidak langsung yang dikenakan. (DNR)
