Konten dari Pengguna

Rumus Tetesan Infus yang Sesuai Petunjuk Medis

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rumusan Tetesan Infus yang Sesuai Petunjuk Medis. (Foto: stux by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rumusan Tetesan Infus yang Sesuai Petunjuk Medis. (Foto: stux by https://pixabay.com/id/)

Dalam dunia medis, pemberian infus merupakan tindakan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit maupun untuk pengobatan pasien. Pemberian infus tidak dapat dilakukan sembarangan. Terdapat rumus yang dijadikan sebagai panduan atau acuan bagi pemberi infus.

Rumus tetesan infus merupakan metode yang digunakan untuk menghitung jumlah cairan yang harus diberikan kepada pasien melalui infus. Rumus ini berguna untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan dosis cairan yang tepat sesuai petunjuk medis. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut rumus untuk pemberian infus di dunia medis.

Baca juga: Cabut Infus lalu Berdarah, Amankah?

Bagaimana Cara Menghitung Tetesan Infus untuk Pasien?

Ilustrasi Tetesan Infus yang Sesuai Petunjuk Medis. (Foto: stux by https://pixabay.com/id/)

Rumus pemberian infus merupakan acuan yang sangat penting untuk membantu dokter dan perawat menjaga kesehatan dan keselamatan pasien. Rumus ini menghitung jumlah cairan yang akan diberikan kepada pasien berdasarkan berat badan pasien dan lama waktu cairan yang dibutuhkan.

Dikutip dari buku Keperawatan Dasar 1: Untuk Pendidikan Ners yang ditulis oleh Aziz Alimul Hidayat (2021: 74), cairan infus bertujuan untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit maupun pengobatan pasien. Agar lebih jelas, berikut adalah rumus tetesan infus:

Tetesan per menit = (jumlah kebutuhan cairan x faktor tetes infus) : (lama pemberian infus dalam hitungan jam x 60 menit)

Perlu diingat, faktor tetes infus mikro 60 dan makro 20. Makro tetes infus digunakan untuk pasien dengan berat badan di atas 7 kg atau pasien dewasa, sedangkan mikro tetes infus dipakai untuk pasien yang berat badannya di bawah 7 kg, seperti anak-anak dan bayi. Perbedaan kedua tetes infus ini dilihat dari kebutuhan cairan untuk masing-masing pasien.

Apabila pasien mengalami reaksi alergi atau efek samping yang tidak diinginkan setelah mendapatkan infus, maka segera beritahu dokter atau tenaga medis lainnya. Jangan mengkonsumsi lebih banyak cairan daripada yang dianjurkan oleh rumus tetesan infus.

Demikian rumus tetesan infus yang penting diketahui untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan dosis cairan yang tepat. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)