Konten dari Pengguna

Salat Sunah Ghairu Muakkad: Sholat Sunnah yang Tidak Dikuatkan oleh Nabi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sholat Sunnah yang Tidak Dikuatkan atau Tidak Sangat Ditekankan Oleh Nabi Kepada Ummatnya. Sumber: Pexels/Thirdman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sholat Sunnah yang Tidak Dikuatkan atau Tidak Sangat Ditekankan Oleh Nabi Kepada Ummatnya. Sumber: Pexels/Thirdman

Salat adalah kewajiban umat Islam. Di luar salat fardhu, terdapat tiga jenis salat lain yang dianjurkan untuk dilakukan, salah satunya salat sunah. Sholat sunnah yang tidak dikuatkan atau tidak sangat ditekankan oleh nabi kepada umatnya disebut sholat sunah ghairu muakkad.

Bagi sebagian orang, salat sunah ghairu muakkad masih asing untuk didengar. Bahkan ada yang tidak mengetahui perbedaannya dengan salat sunah muakkad.

Penjelasan Sholat Sunnah yang Tidak Dikuatkan atau Tidak Sangat Ditekankan Oleh Nabi Kepada Ummatnya Disebut Sholat Sunah Ghairu Muakkad

Ilustrasi Sholat Sunnah yang Tidak Dikuatkan atau Tidak Sangat Ditekankan Oleh Nabi Kepada Ummatnya. Sumber: Pexels/Thirdman

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, selain shalat fardhu, terdapat salat lain yang dianjurkan. Salat tersebut adalah sunah, mustahab, dan tathawwu’.

Salat sunah adalah ibadah yang rutin dikerjakan oleh Rasulullah saw. Seperti contohnya salat suham witir, tahajud dan lain sebagainya. Berbeda dengan salat fardhu, salat sunah tidak wajib untuk dikerjakan. Namun jika dikerjakan tentunya akan mendapatkan pahala.

Salat sunah terbagi menjadi dua, yaitu sunah muakkad dan ghairu muakkad. Salat sunah muakkad adalah ibadah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Contohnya adalah salat tarawih dan salat Idulfitri.

Sedangkan sholat sunnah yang tidak dikuatkan atau tidak sangat ditekankan oleh nabi kepada ummatnya disebut sholat sunah ghairu muakkad. Dikutip dari buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah saw., Rahman (2016), sholat sunnah ghairu muakkad adalah salat sunah yang tidak terlalu dianjurkan. Contoh salat sunah ghairu muakkad sebagai berikut.

1. Salat Duha

Salat duha adalah salat sunah yang dikerjakan di waktu pagi hingga mendekati pukul 12.00. Salat duha dapat dilakukan minimal dua rakaat dan maksimal da belas rakaat. Salat duha memiliki banyak keutamaan. Salah satunya disebutkan oleh Rasulullah saw.:

“Barang siapa yang melakukan salat duha dua belas rakaat, Allah Swt. akan membangunkan baginya istana dari emas di surga.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

2. Salat Rawatib

Salat sunah rawatib adalah salat yang dikerjakan sebelum atau sesudah salat fardhu. Salat rawatib total keseluruhannya adalah sepuluh atau dua belas rakaat sebagai berikut.

  • Dua rakaat sebelum subuh

  • Dua atau empat rakaat sebelum zuhur

  • Dua rakaat sesudah zuhur

  • Dua rakaat setelah maghrib

  • Dua rakaat setelah isya

Selain itu masih ada contoh lain dari salat sunah ghairu muakkad. Misalnya salat kusuf, salat taubat, salat sunah hajat, dan lain sebagainya.

Baca juga: Bacaan Wirid setelah Salat Wajib dan Sunah

Sholat sunnah yang tidak dikuatkan atau tidak sangat ditekankan oleh nabi kepada ummatnya disebut sholat sunah ghairu muakkad. Semoga penjelasan tadi dapat menambah wawasan seputar agama Islam. (FAR)