Sebab Khusus Perang Diponegoro Melawan Belanda dalam Sejarah

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perlawanan bangsa Indonesia melawan penjajah setelah tahun 1800 masih bersifat kedaerahan. Salah satunya adalah Perang Diponegoro yang terjadi pada rentang tahun 1825 hingga tahun 1830. Simak sebab khusus perang Diponegoro melawan Belanda yang tercatat dalam sejarah berikut ini.
Gerakan pemberontakan melawan Belanda di daerah-daerah umumnya dipimpin oleh tokoh setempat. Dihimpun dari buku Sejarah 2 yang disusun oleh Sardiman (2008:174), perang melawan penjajah yang terjadi sesudah tahun 1800 selain perang Diponegoro antara lain perlawanan rakyat Maluku (1817), dan perlawanan kaum paderi (1821-1837).
Baca juga: Ringkasan Perjuangan Perlawanan Rakyat Maluku dalam Catatan Sejarah.
Sebab Khusus Perang Diponegoro
Ketidakpuasan rakyat dan para pemimpin yang terjadi saat itu menjadikan konflik dengan Belanda semakin besar. Sehingga terjadilah perang Diponegoro yang merupakan perlawanan paling besar dalam abad XIX. Adapun sebab-sebab umum terjadinya perlawanan Diponegoro adalah sebagai berikut.
Wilayah Mataram semakin dibatasi, dan para raja mulai kehilangan kedaulatannya.
Belanda ikut campur tangan dalam urusan internal kerajaan. Seperti pergantian raja dan pengangkatan patih.
Timbulnya kekecewaan di kalangan para ulama karena masuknya budaya Barat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Sebagian bangsawan merasa kecewa karena Belanda tidak bersedia mengikuti adat istiadat keraton.
Sebagian bangsawan kecewa terhadap Belanda karena telah menghapus sistem penyewaan tanah para bangsawan kepada petani mulai tahun 1824.
Kehidupan rakyat yang semakin menderita karena harus bekerja paksa dan juga membayar berbagai macam pajak.
Sedangkan peristiwa yang menjadi sebab khusus pecahnya perang Diponegoro adalah pemasangan patok oleh Belanda untuk pembangunan jalan. Jalan tersebut melintasi tanah dan makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo. Pemasangan patok yang tanpa ijin tersebut amat ditentang oleh Pangeran Diponegoro.
Perang yang dikobarkan oleh Pangeran Diponegoro telah mampu menggerakkan kekuatan di seluruh Jawa. Oleh sebab itu, perang Diponegoro sering disebut juga sebagai Perang Jawa. Kekuatan rakyat, bangsawan, dan para ulama di pulau Jawa bergerak bersama untuk melawan kekejaman penjajah Belanda.
Perang Diponegoro berakhir dengan siasat licik Belanda yang menjebak Pangeran Diponegoro dengan perundingan palsu. Sewaktu berunding, Pangeran Diponegoro ditangkap, dibuang ke Manado, dan selanjutnya dipindahkan ke Ujungpandang sampai akhir hayatnya pada tanggal 8 Januari 1855.(DK)
