Konten dari Pengguna

Sebutan Atom atau Sekelompok Atom yang Bermuatan Listrik dan Prosesnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Atom atau Sekelompok Atom yang Bermuatan Listrik disebut, Sumber Unsplash Terry Vlisidis
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Atom atau Sekelompok Atom yang Bermuatan Listrik disebut, Sumber Unsplash Terry Vlisidis

Atom adalah penyusun materi paling kecil di dunia. Bagaimanapun juga, atom bisa mengalami berbagai kondisi. Salah satunya adalah memiliki muatan litsrik. Atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik disebut ion.

Ion tak terbentuk begitu saja karena ada proses tertentu yang terjadi. Proses tersebut dinamakan ionisasi.

Sebutan Atom atau Sekelompok Atom yang Bermuatan Listrik

Ilustrasi Atom atau Sekelompok Atom yang Bermuatan Listrik disebut, Sumber Unsplash Norbert Kowalczyk

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ataom atau sekelompok yang bermuatan listrik disebut ion. Listrik yang dimuat ion bisa positif maupun negatif seperti yang tercantum dalam buku Cepat Tuntas Kuasai Kimia untuk SMP, Dian Wuri Astuti, S.Si. (2013: 85).

Masih dalam buku yang sama dijelaskan bahwa ion bermuatan positif disebut sebagai kation. Sedangkan ion negatif disebut sebagai anion. Berikut contohnya dalam senyawa.

  • NaCl adalah rumus kimia dari garam dapur. Nama kimianya adalah natrium klorida. Senyawa tersebut memiliki natrium sebagai ion positif atau kation dan klorida sebagai ion negatif.

  • NaOH adalah rumus kimia dari natrium hidroksida. Natrium hidroksida sendiri merupakan nama kimia dari soda api atau kaustik soda. Dalam rumus kimia itu, ada natrium sebagai ion positif atau kation dan hidroksida sebagai ion negatif atau anion.

Proses Terbentuknya Ion

Ilustrasi Ilustrasi Atom atau Sekelompok Atom yang Bermuatan Listrik disebut, Sumber Unsplash Hal Gatewood

Proses terbentuknya ion atau ionisasi terjadi karena atom cenderung stabil jika memiliki elektron valensi 2 atau 8. Hal ini sesuai dengan aturan duplet atau oktet.

Contoh proses ionisasi adalah terbentuknya garam dapur atau NaCl yang telah disinggung sebelumnya. Atom Na atau natrium mempunyai 11 elektron berkonfigurasi 2 dan 9. Lalu, atom Cl atau klor mempunyai 17 elektron berkonfigurasi 2, 8, 7.

Dalam kasus ini, natrium mempunyai kelebihan 1 elektron agar menjadi 8 dan bisa lebih stabil. Sebaliknya, klor kekurangan 1 elekkron agar menjadi 8.

Oleh sebab itu, natrium melepaskan 1 elektronnya sehingga menjadi kation. Lalu, klor menerima 1 elektron sehingga menjadi anion.

Akibat proses ini, NaCl terbentuk dari ion Na+ yang menandakannya sebagai kation serta Cl- yang menandakannya sebagai anion. Menariknya, sifat ion seperti dalam NaCl ini bisa berubah dari sifat atom-atomnya.

Baca juga: Ion yang Termasuk Kation beserta Lambangnya dalam Kimia

Kesimpulannya, atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik disebut ion. Proses terbentuknya ion dinamakan ionisasi. (LOV)