Konten dari Pengguna

Sebutan Tulang untuk Memanggil Paman pada Masyarakat Suku Batak

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi panggilan anggota keluarga di Suku Batak. Foto: Unsplash/Leo Sagala
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi panggilan anggota keluarga di Suku Batak. Foto: Unsplash/Leo Sagala

Di suku di Indonesia, terdapat panggilan tersendiri untuk anggota keluarga, tak terkecuali untuk Suku Batak. Dalam Suku Batak, terdapat sebuah panggilan unik untuk anggota keluarga, yakni tulang untuk memanggil paman. Lantas, bagaimana untuk panggilan anggota keluarga lainnya?

Sebutan Tulang untuk Memanggil Paman pada Masyarakat Suku Batak

Ilustrasi Suku Batak yang ada di Sumatera Utara. Foto: Unsplash/Leo Sagala

Dikutip dari skripsi Hubungan Nilai “Dalihan Na Tolu” Dengan Konsep Diri Pada Mahasiswa Suku Batak Toba Di Universitas Hkbp Nommensen Medan oleh Elizabeth Margaretha Hutagaol (2020), penggunaan sapaan dalam keseharian masyarakat Batak, terutama masyarakat Batak Toba berdasarkan Dalihan na Tolo.

Dalihan na Tolu berasal dari kata Dalihan artinya tempat memasak, na artinya kata penghubung yang, Tolu artinya tiga. Dengan demikian Dalihan na Tolu artinya tiga tiang (kaki) tungku yang dijadikan kaki tempat memasak makanan. Dalihan na Tolu inilah sumber inspirasi Suku Batak Toba menjadikannya sebagai falsafah (filsafat) yang mengatur seluruh sistem kekerabatan, Sistem kebudayaan, dan tata kehidupan orang Batak Toba.

Dalihan na Tolu dalam masyarakat Batak Toba sering dinamai dengan istilah partuturan, maksudnya ialah hubungan kekeluargaan di antara ketiga unsur Dalihan na Tolu yang terbagi menjadi kerangka yang meliputi hubungan-hubungan kerabat darah dan hubungan perkawinan yang mempertalikan satu kelompok. Dalihan na Tolu ditentukan dengan adanya tiga kedudukan fungsional sebagai suatu konstruksi sosial yang terdiri dari tiga hal yang menjadi dasar bersama,yaitu:

  • Hula-Hula

  • Dongan Sabutuha

  • Boru

Baca Juga: Jumlah Marga Batak dan Contoh Namanya

Adapun daftar panggilan anggota keluarga suku Batak yakni:

  • Amang / Among / Bapa: Panggilan kepada ayah kandung.

  • Inang / Inong / Omak: Panggilan kepada ibu kandung.

  • Amang Tua / Bapa Tua: Panggilan terhadap saudara laki-laki yang lebih tua dari ayah, laki-laki yang semarga dengna keturunan setingkat dengan ayah, suami dari kakak perempuan ibu, dan pakde.

  • Inang Tua / Nangtua / Omak Tua / Maktua: Panggilan untuk istri dari saudara laki-laki yang lebih tua dari ayah, istri dari orang semarga dengan keturunan setingat dengan ayah, kakak perempuan dari ibu, dan istri pakde.

  • Amang Uda / Bapa Uda: Panggilan untuk adik laki-laki dari ayah, laki-laki semarga dengan keturunan setingkat dengan ayag namun lebih muda, dan suami dari adik perempuan ibu.

  • Inang Uda / Nanguda: Panggilan untuk istri dari adik laki-laki ayah, istri dari orang yang semarga dengan keturunan setingkat dengan ayah namun lebih muda, dan tante.

  • Haha / Hahang / Angkang: Panggilan untuk abang kandung, sepupu, orang yang semarga dan setingkat dengan kakak laki-laki, dan istri dari kakak laki-laki.

  • Anggi: Panggilan untuk adik kandung, adik sepupu, orang semarga dan setingkat dengan adik, istri dari adik, dan adik.

  • Tulang: Panggilan untuk saudara laki-laki dari ibu, laki-laki semarga dengan ibu dengan keturunan setingkat, anak laki-laki dari saudara laki-laki nenek, paman dari istri, laki-laki ayah maupun ibu, kekak.

  • Nantulang: Panggilan untuk istri dari paman, orang yang lebih tua untuk perempuan, istri dari cucu kakek.

Ternyata, panggilan untuk anggota keluarga dalam Suku Batak sangatlah banyak. Maka tak mengherankan jika orang luar kebingungan. Namun itulah keunikan dari suku yang banyak tinggal di Sumatera Utara yang satu ini.(MZM)