Sebutan untuk Organisasi Perhimpunan Negara-negara di Kawasan Asia Tenggara

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Organisasi perhimpunan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dinamakan ASEAN atau Association of South East Asia Nations. Organisasi ini didirikan pada 8 Agustus 1967 oleh lima negara anggota, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura.
Organisasi ini mempunyai tujuan untuk menjaga perdamaian, meningkatkan persatuan, dan membentuk wilayah yang damai dan sejahtera di Asia Tenggara.
Sejarah Organisasi Perhimpunan Negara-negara di Kawasan Asia Tenggara
Organisasi perhimpunan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dinamakan ASEAN. Mengutip buku ASEAN dan Tatanan Regional oleh Amitav Acharya (2023), organisasi ini lahir pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Negara pendiri organisasi tersebut ada lima, yakni Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Singapura.
1. Latar Belakang ASEAN
Lahirnya ASEAN dilatarbelakangi oleh kesamaan budaya, geografis, dan nasib di masa lalu. Asia Tenggara memiliki wilayah yang strategis karena memiliki kekayaan alam yang melimpah. Sumber daya alam tersebut menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat di berbagai negara di kawasan ini.
Pada 1960-an, situasi politik global memicu risiko konflik di Asia Tenggara. Pengaruh ideologi dari negara-negara besar dan pertikaian skala internasional menjadi hal yang patut diwaspadai.
Oleh karena itu, para pendiri ASEAN menganggap bahwa untuk mewujudkan situasi yang aman, damai, dan sejahtera di kawasan ini, maka diperlukan kerja sama antarnegara.
2. Negara yang Tergabung di ASEAN
Deklarasi Bangkok disepakati, sebagai pijakan awal dari perjalanan ASEAN. Deklarasi ini diresmikan oleh para menteri luar negeri yang terdiri dari Narciso Ramos (Filipina), Thanat Khoman (Thailand), Adam Malik (Indonesia), Tun Abdul Razak (Malaysia), dan S. Rajaratnam (Singapura)
Sementara itu, anggota ASEAN saat ini yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste.
Tujuan ASEAN
Sebagai upaya menjaga keamanan, perdamaian, dan stabilitas di wilayahnya. Organisasi ini berupaya maksimal untuk menghindari konflik dan membangun lingkungan yang aman dan damai bagi negara-negara anggotanya. Beberapa tujuan berdirinya organisasi tersebut antara lain:
ASEAN bertujuan untuk memperkuat persatuan di kawasan Asia Tenggara melalui kerja sama di bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Hal ini dilakukan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini.
Menjadikan Asia Tenggara sebagai kawasan bebas senjata nuklir atau senjata pemusnah massal lainnya. Hal ini sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan di negara-negara anggota.
Menciptakan lingkungan di mana warganya dan negara anggota dapat hidup dalam damai, adil, dan demokratis.
Membentuk pasar yang stabil dan kompetitif di kawasan ASEAN dengan pergerakan investasi, barang, jasa, dan modal yang bebas.
Baca juga: Manfaat Pertukaran Budaya di ASEAN bagi Negara Anggota
Jadi, organisasi perhimpunan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dinamakan ASEAN. Dengan adanya organisasi ini, maka negara-negara di Asia Tenggara dapat bekerja sama di bidang pendidikan, politik, sosial, ekonomi, dan lainnya. (DLA)
