Sejarah Berdirinya Bani Umayyah di Damaskus dalam Peradaban Islam

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berdirinya Bani Umayyah di Damaskus menandakan sejarah baru dalam pemerintahan Islam. Selain perubahan dalam politik dan sistem pemerintahan, pusat pemerintahan Islam pun bergeser dari Madinah ke Damaskus. Berikut adalah sejarah berdirinya Bani Umayyah di Damaskus dalam peradaban Islam yang menarik untuk disimak.
Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam: Sejarah Kebudayaan Islam untuk Madrasah Aliyah Kelas XI yang disusun oleh Imam Subchi (2015:5), Dinasti Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan yang merupakan salah satu pemimpin suku Quraisy. Muawiyah mendirikan dinasti Bani Umayyah di Damaskus pada tahun 41 H.
Sejarah Berdirinya Bani Umayyah di Damaskus
Dengan bekal pengalaman politik yang dimiliki Muawiyah, mulai dari masa Rasululullah saw hingga khilafah terakhir Ali bin Abi Thalib, berdirinya Bani Umayyah berhasil menjadikan Damaskus sebagai ibu kota pemerintahan menggantikan Madinah. Sejarah berdirinya Bani Umayyah di Damaskus juga telah mengubah sistem pemerintahan demokrasi menjadi monarki. Hal tersebut disebabkan karena Muawiyah mengangkat anaknya sendiri yang bernama Yazid bin Muawiyah sebagai penggantinya.
Sejarah berdirinya Bani Umayyah di Damaskus diawali dengan penyerahan jabatan khalifah dari Hasan ibn Ali kepada Muawiyah demi persatuan umat. Sebelumnya, Hasan telah dibaiat sebagai khalifah pada bulan Syawal tahun 40 H oleh penduduk Madinah menggantikan Ali bin Abi Thalib, yang kekhalifahannya tidak diakui oleh Muawiyah. Hasan sendiri setuju menyerahkan jabatan tersebut kepada Muawiyah dengan persyaratan sebagai berikut,
Muawiyah tidak menaruh dendam pada penduduk Madinah, Hijaz, dan Irak.
Muawiyah harus membayar hutang-hutangnya kepada Hasan.
Pemilihan atau pengangkatan khalifah harus berdasarkan musyawarah kaum muslimin.
Dihimpun dari buku Sejarah Peradaban Islam yang disusun oleh Akhmad Saufi, Hasmi Fadillah (2015:125), faktor keberhasilan Muawiyah dalam mendirikan dinasti Bani Umayyah antara lain;
Dukungan yang kuat dari rakyat Syiria dan keluarga Bani Umayyah sendiri.
Menempatkan orang-orang tepat pada jabatan-jabatan penting yang menjadikan Muawiyah dikenal sebagai administrator yang handal.
Kemampuan Muawiyah sebagai negarawan sejati yang dapat menguasai diri secara mutlak dalam mengambil keputusan-keputusan penting, walaupun terdapat tekanan dan intimidasi.
Sejarah dinasti Bani Umayyah dapat dibagi dalam tiga periode. Sejarah berdirinya Bani Umayyah di Damaskus merupakan periode perintisan dan permulaan, sebelum periode pengembangan dan kejayaan, dan periode kemunduran dan kejatuhan. Faktor penyebab kemunduran dan kejatuhan dinasti Bani Umayyah antara lain penguasa yang berfoya-foya dalam kemewahan, kesukuan dan sistem Kerajaan yang nepotisme, serta gerakan pemberontakan Abbasiyah.(DK)
