Konten dari Pengguna

Sejarah dan Arti dari Bhinneka Tunggal Ika

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arti dari Bhinneka Tunggal Ika adalah. Sumber: Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arti dari Bhinneka Tunggal Ika adalah. Sumber: Unsplash/Mufid Majnun

Arti dari Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetapi tetap satu. Ungkapan tersebut digunakan sebagai semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena merupakan semboyan negara, ungkapan ini memiliki makna istimewa bagi bangsa Indonesia.

Selain harus mengetahui artinya, bangsa Indonesia juga harus mengetahui bagaimana sejarah Bhinneka Tunggal Ika. Dengan begitu, tujuan dari semboyan ini bisa tercapai.

Arti dari Bhinneka Tunggal Ika

Ilustrasi Arti dari Bhinneka Tunggal Ika adalah. Sumber: Unsplash/Nick Agus Arya

Mengutip dari Indoesiaku Bhinneka Tunggal Ika, Ningsih, dkk (2022:226), semboyan Bhinneka Tunggal Ika tercantum pada lambang negara, yakni Garuda Pancasila. Arti dari Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetapi tetap satu.

Makna dari semboyan negara ini adalah walaupun berbeda-beda, namun pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap merupakan satu kesatuan. Semboyan ini mengungkapkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya, bangsa, bahasa, suku, agama dan kepercayaan, ras, dan antargolongan.

Sejarah Bhinneka Tunggal Ika

Ilustrasi Arti dari Bhinneka Tunggal Ika adalah. Sumber: Unsplash/James Tiono

Ungkapan Bhinneka Tunggal Ika sudah ada sejak lama di tanah Nusantara. Ungkapan ini telah ada sebelum negara Indonesia berdiri. Meskipun begitu, makna dari Bhinneka Tunggal Ika sangat sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia hingga saat ini.

Umbara dalam Panduan Resmi Tes CPNS CAT 2018/2019 (2018:49) menjelaskan bahwa ungkapan Bhinneka Tunggal Ika ditemukan pada Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular pada abad XIV di masa Kerajaan Majapahit, yang berbunyi.

“Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinneki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwawatwa tunggal, Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.”

(“Bahwa agama Buddha dan Siwa (Hindu) merupakan zat yang berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecah belah, tetapi satu jua, artinya tak ada dharma yang mendua.)

Secara harfiah, bhinneka artinya adalah beragam, tunggal berarti satu, dan ika artinya adalah itu. Sehingga Bhinneka Tunggal Ika diartikan menjadi beragam satu itu.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika mulai dibicarakan terbatas antara Muhammad Yamin, Soekarno, dan I Gusti Bagus Sugriwa pada sidang-sidang BPUPKI. Beberapa tahun kemudian, Bhinneka Tunggal Ika dimasukkan ke dalam rancangan Lambang Negara.

Bhinneka Tunggal Ika bisa menjadi semboyan negara adalah berdasarkan usulan dari Muhammad Yamin pada sidang BPUPKI antara bulan Mei-Juni 1945.

Baca juga: Perwujudan Bhinneka Tunggal Ika dalam Sila Pancasila

Jadi, arti dari Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetapi tetap satu. Arti dan sejarah semboyan negara ini harus dipahami dan diamalkan agar tujuannya bisa tercapai. (KRIS)