Sejarah dan Fungsi Pementasan Ludruk

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa dan jelaskan fungsi pementasan ludruk Jawa Timur! Apakah kamu pernah mendengar ludruk? Indonesia adalah negara yang memiliki wilayah yang sangat luas. Luasnya wilayah tersebut melahirkan berbagai kesenian dari beragam kebudayaan.
Jika berbicara mengenai kesenian yang ada di Tanah Air, mungkin tak akan ada habisnya. Kesenian di Indonesia sangat beragam, di mulai dari tarian, musik, nyanyian, hingga seni pertunjukan.
Salah satunya adalah kesenian ludruk. Saat ini mungkin banyak anak muda yang tidak mengetahui pementasan ludruk. Agar kamu mengetahui kesenian khas Indonesia, baca terus artikel di bawah ini ya!
Baca juga: Kesenian Daerah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Pementasan Ludruk Jawa Timur
Apakah kamu pernah mendengar nama ludruk? Jika iya apa kamu tahu apa itu ludruk? Mengutip buku dengan judul Seni Budaya Jawa dan Karawitan karya Restian, dkk (2022), ludruk merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional dalam bentuk pertunjukan drama yang berasal dari Jawa Timur.
Ludruk biasanya banyak ditampilkan di daerah Malang, Jombang, hingga Surabaya. Kata ludruk secara etimologis berasal dari “molo-molo” serta “gedrak-gedruk”.
Gedrak-gedruk merupakan kaki yang dihentakkan ketika menari. Sementara molo-molo adalah mulut yang penuh tembakau yang ingin dimuntahkan.
Lalu apa pengertian dan fungsi pementasan ludruk? Kesenian ludruk diciptakan oleh para kaum marginal di Surabaya. Cerita-cerita pada pementasan ludruk diambil dari kisah kehidupan sehari-hari.
Kisah-kisah pementasan ludruk sangat erat dengan kehidupan budaya masyarakat kelas menengah ke bawah di Jawa Timur. Namun, terdapat ludruk yang mengisahkan legenda, kisah sejarah, ataupun dongeng.
Pementasan ludruk memiliki fungsi untuk menghibur masyarakat kelas menengah dan bawah pada zaman dahulu. Maka dari itu, bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa dan atau Madura yang digunakan sehari-hari.
Penggunaan bahasa Jawa dan Madura tak lain karena lebih mudah dimengerti. Pada pementasan ludruk, biasanya terdapat selingan guyonan atau gerakan lucu yang membuat penonton tertawa.
Seperti halnya pementasan seni lainnya, ludruk juga memiliki strukturnya tersendiri. Struktur ludruk dibagi menjadi empat bagian. Berikut struktur pementasan ludruk.
Tari Remo
Bedayan atau joget ringan
Dagelan
Pertunjukan utama
Itulah pengertian dan fungsi pementasan ludruk asli Jawa Timur. Sayangnya, seiring perkembangan zaman dan majunya teknologi, saat ini kesenian ludruk mulai ditinggalkan. Sehingga, saat ini sulit mencari pertunjukan ludruk kecuali pada acara-acara tertentu. (FAR)
