Sejarah dan Makna Hari Pahlawan bagi Generasi Masa Kini

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November untuk mengingat Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945. Hari Pahlawan diperingati setiap tahun untuk mengenang jasa para pahlawan terdahulu yang telah gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Apa makna Hari Pahlawan? Simak sejarah singkat dan maknanya yang penting untuk diketahui generasi masa kini berikut ini.
Sejarah Singkat Hari Pahlawan
Setelah Indonesia merdeka, lebih tepatnya pada 31 Agustus 1945, pemerintah Indonesia mengeluarkan sebuah maklumat. Seperti yang dijelaskan pada Di Bawah Bayang-Bayang Oligarki oleh Aleksander (2021), maklumat tersebut berisi tentang pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia yang dimulai pada tanggal 1 September 1945.
Wacana pengibaran bendera merah putih tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Surabaya. Pada 25 September 1945, tentara Inggris datang ke Surabaya. Tentara Inggris tersebut tergabung dalam AFNEI (Allied Force Netherlands East Indies) dan diiringi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Tujuan mereka datang ke Surabaya adalah untuk melucuti tentara Jepang dan memulangkan mereka ke negara asalnya.
Dikutip dari Sejarah 3 SMP Kelas IX oleh Kurnia dan Suryana (2007), kehadiran tentara Sekutu yang dipimpin oleh Brigjen A.W.S. Mallaby ini disambut baik oleh pemerintah dan rakyat Jawa Timur. Hubungan baik ini kemudian berlanjut dengan diadakannya sebuah pertemuan antara wakil-wakil dari Indonesia dan Sekutu yang menghasilkan keputusan berikut:
Inggris berjanji tidak akan menyertakan tentara NICA dalam pasukannya.
Kedua belah pihak akan bekerja sama untuk menjamin keamanan dan ketentraman.
Dibentuk Kontak Biro agar kerja sama dapat terlakasa sebaik-baiknya.
Inggris hanya akan melucuti senjata Jepang.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, pemerintah RI mengizinkan Inggris untuk memasuki Surabaya. Mereka diberi wewenang menduduki kamp-kamp tawanan. Namun, Inggris mengingkari perjanjian tersebut. Pada tanggal 26-27 Oktober mereka menyerbu penjara Kalisosok untuk membebaskan tawanan Belanda. Tentara Sekutu juga menduduki Pelabuhan Tanjung Perak, Kantor Pos Besar, Gedung Bank Internatio, dan objek vital lainnya.
Pada 28 Oktober 1945 rakyat Surabaya menyerang semua pos Sekutu. Pertempuran pun terjadi di beberapa sektor sehingga kedudukan Inggris bertambah kritis. Dalam peristiwa ini Mallaby nyaris tewas jika para pemimpin Indonesia tidak memerintahkan gencatan senjata. Pertempuran tetap saja terjadi di beberapa tempat walaupun sudah dilakukan gencatan senjata.
Anggota Kontak Biro mendatangi tempat-tempat yang masih terjadi pertempuran untuk menghentikannya. Gedung Bank Internatio yang saat itu masih diduduki sudah dikepung oleh para pemuda. Pemuda menuntut agar pasukan Mallaby di gedung itu untuk menyerah, Mallaby menolak dan akhirnya pertempuran pecah. Mallaby ditemukan tewas.
Tewasnya Mallaby ini membuat Sekutu mengeluarkan ultimatum yang meminta masyarakat Indonesia untuk menyerahkan senjata dan menyerahkan diri. Batas waktu ultimatum tersebut adalah 10 November 1945. Masyarakat Indonesia tidak mau mematuhi ultimatum tersebut dan memutuskan untuk melawan sehingga terjadilah Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.
Makna Hari Pahlawan
Walaupun generasi masa kini tidak ikut bertempur seperti para pahlawan, namun Hari Pahlawan tetap bermakna bagi generasi masa kini. Dari para pahlawan kita bisa belajar tentang kegigihan, pantang menyerah, dan cinta tanah air. Kita bisa meniru dengan melakukan hal positif yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Itulah sejarah singkat dan makna Hari Pahlawan yang penting untuk diketahui. Semoga bermanfaat. (KRIS)
