news-card-video
3 Ramadhan 1446 HSenin, 03 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna

Sejarah dan Makna Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal

Berita Terkini
Penulis kumparan
7 Oktober 2022 19:34 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi maulid Nabi Muhammad SAW. Foto: pixabay.com/shah_6692-25337062/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi maulid Nabi Muhammad SAW. Foto: pixabay.com/shah_6692-25337062/
ADVERTISEMENT
Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan peringatan yang sangat dinanti-nantikan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Setiap daerah memiliki perayaan maulid nabi tersendiri. Meski begitu, perayaan pada 12 Rabiul Awal tidak bisa terlepas dari sejarah dan makna maulid nabi. Lantas, bagaimana sejarah dan makna maulid Nabi Muhammad SAW?
ADVERTISEMENT

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

Menyudur dari buku Pro dan Kontra Maulid Nabi oleh AM. Waskito (2014:23-24), perayaan maulid nabi dalam sejarah Islam sudah berlangsung sudah lama. Setidaknya ada tiga teori tentang asal-mula perayaan maulid nabi.

Pertama

Perayaan maulid pertama kali diadakan oleh kalangan Dinasti Ubaid (Fathimi) di Mesir yang berhaluan Syiah Ismailiyah (Rafidhah). Mereka berkuasa di Mesir tahun 362-567 Hijriyah atau sekitar abad 4-6 Hijriyah. Mula-mula dirayakan di era kepemimpinan Abu Tamim yang bergelar, Al-Mu'iz Ii Dinillah. Perayaan Maulid Nabi Soleh Dinasti Ubaid hanya salah satu bentuk perayaan saja. Selain itu, mereka juga mengadakan perayaan hari Asyura, perayaan Maulid Ali, Maulid Hasan, Maulid Husain, Maulid Fathimah, dan Iainnya.

Kedua

Perayaan maulid di kalangan ahlus sunnah pertama kali diadakan oleh Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri, Gubernur Irbil di wilayah Irak. Beliau lahir pada tahun 549-630 H. Diceritakan, saat perayaan maulid diadakan, Muzhaffar Kukabri mengundang para ulama, ahli tasawuf, ahli ilmu, dan seluruh rakyatnya. Beliau menjamu mereka dengan hidangan makanan, memberikan hadiah, bersedekah kepada fakir-miskin, dan lainnya.
ADVERTISEMENT

Ketiga

Perayaan maulid pertama kali diadakan oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi (567-622 H), penguasa Dinasti Ayyub (di bawah kekuasaan Daulah Abbassiyah). Tujuan beliau untuk meningkatkan semangat Jihad kaum Muslimin, dalam rangka menghadapi Perang Salib dari Eropa dan merebut Yerusalem dari tangan Kerajaan Salibis.
Ilustrasi perayaan maulid nabi. Foto: unsplash.com/simuradi

Makna Maulid Nabi Muhammad SAW

Makna maulid nabi adalah sebagai penghormatan, mengingat kebesaran, dan keteladanan Nabi Muhamad SAW dengan berbagai bentuk kegiatan keagamaan diiringi dengan kebudayaan setempat. Dengan demikian, umat Islam dapat memahami bahwa Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya tauladan yang tepat. Sebab, beliau dalam berperilaku dan berkata bukan berdasarkan keinginan atau nafsu semata. Namun berdasarkan wahyu dari Allah SWT dalam bentuk Al-Quran.
Selain itu, perayaan maulid nabi juga menjadi bentuk meneladani semangat perjuangan Nabi Muhammad SAW.
ADVERTISEMENT
Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Artinya, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Meskipun bukan menjadi perayaan yang dilaksanakan para sahabat, namun kita dapat belajar tentang makna dari maulid nabi. Sehingga, semua umat Islam dapat mengetahui siapa itu Nabi Muhammad SAW dan perananannya bagi umat Islam.(MZM)