Sejarah, Fungsi dan Properti Tari Sajojo dari Papua

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu seni tari tradisional yang berasal dari Papua adalah tari Sajojo. Pada perkembangannya, tari ritual Sajojo kini menjadi tari pergaulan yang menekankan pada sisi keakraban komunitas dan kebersamaan (gotong-royong). Berikut adalah sejarah, fungsi, dan properti tari Sajojo dari Papua yang menarik untuk disimak.
Tarian Papua memiliki ciri khas yang membedakannya dengan tari tradisional lain. Diambil dari buku Pembelajaran Tari dalam Kurikulum PAUD yang disusun oleh Dessy Putri Wahyuningtyas (2020:168), ciri-ciri tarian khas Papua antara lain sebagai berikut;
Cenderung menggunakan gerakan kaki.
Geraknya energik penuh semangat.
Kostum mengenakan pakaian adat Papua.
Baca juga: Alat Musik, Kostum, dan Sejarah Tari Yospan Asal Papua.
Sejarah Tari Sajojo
Tari Sajojo diperkirakan telah ada sejak sekitar tahun 1990-an. Lagu Sajojo yang mengiringi tarian tersebut, berisi campuran bahasa yang digunakan di Papua. Lagu ini mengisahkan tentang gadis cantik yang dicintai oleh keluarga dan kaum lelaki di desanya.
Fungsi Tari Sajojo
Tari Sajojo dilakukan secara bersama-sama oleh penari perempuan dan lelaki dengan mengenakan pakaian adat. Diambil dari buku Ensiklopedi Seni dan Budaya yang disusun oleh R. Toto Sugiarto (2016:93), tari Sajojo merupakan salah satu tarian selamat datang. Fungsi tari Sajojo adalah menyambut dan memperlihatkan kegembiraan hati terhadap tamu yang datang.
Properti Tari Sajojo
Properti yang digunakan dalam tari Sajojo menunjukkan ciri khas dari budaya dan adat Papua. Simak properti tari Sajojo yang membedakannya dengan tarian lain berikut ini.
Penutup Kepala. Penutup kepala bertujuan untuk menggambarkan nuansa keindahan alam Papua. Penutup kepala terbuat dari kayu ijuk yang telah dihaluskan, dan dihias dengan bulu burung untuk kesan eksotis menggunakan daun sagu.
Kalung. Kalung yang dikenakan semua penari terbuat dari bahan-bahan alam di Papua, seperti tulang, kerang, batu, dan gigi binatang. Kalung dibuat menyerupai ikon Papua yaitu burung Cendrawasih, patung asmat, atau honai.
Gelang dan Rok Rumbai. Rok rumbai dan gelang yang dikenakan di tangan dan kaki penari terbuat dari tali rafia, ijuk, atau daun sagu yang telah dikeringkan.
Senjata. Properti ini digunakan untuk menggambarkan alat berburu yang digunakan masyarakat, yaitu senjata khas dari Papua seperti busur panah dan tombak.
Lukisan Badan. Baik penari perempuan maupun lelaki akan menampilkan lukisan alam Papua di seluruh area tubuh untuk kesan eksotis.
Demikian sejarah, fungsi, dan properti tari Sajojo dari Papua. Tarian ini sangat menarik jika dibawakan secara beramai-ramai, karena memiliki ciri khas berupa hentakan kaki dan goyangan tubuh para penari yang dinamis.(DK)
