Konten dari Pengguna

Sejarah G30S PKI, Momen Memilukan yang Merenggut 7 Pahlawan Revolusi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi artikel Sejarah G30S PKI, Momen Memilukan yang Merenggut 7 Pahlawan Revolusi. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi artikel Sejarah G30S PKI, Momen Memilukan yang Merenggut 7 Pahlawan Revolusi. Sumber: pexels.com

G30S PKI adalah sebuah peristiwa sejarah yang terjadi pada tanggal 30 September tahun 1965. Peristiwa ini bahkan pernah diangkat dalam sebuah film berjudul Pengkhianatan G30S/PKI yang disutradarai oleh Arifin C. Noer. Presiden Soeharto pada masa order baru mewajibkan seluruh warga negara Indonesia menyaksikan film tersebut pada 30 September.

Selain film tersebut, ada pula banyak film dokumenter dan buku-buku yang mengulas peristiwa G30S PKI dari berbagai sudut pandang pihak-pihak yang terlibat dan terdampak.

Sejarah G30S PKI

Berikut ini adalah rangkuman kronologi sejarah peristiwa G30S PKI berdasarkan buku Sejarah Hukum Indonesia oleh Prof. Dr. Sutan Remy Sjahdeini, SH (2021: 185-186).

Pada Kamis, 30 September 1965 malam, PKI melakukan gerakan merebut kekuasaan di bawah pimpinan Letnan Kolonel Untung yang merupakan Komandan I Batalion Resimen Cakrabirawa sekaligus pasukan pengawal pribadi Presiden Soekarno yang melaksanakan perintah menangkap para jenderal dalam keadaan hidup atau mati.

Peristiwa G30S PKI dimulai dengan penculikan dan pembunuhan tujuh jenderal. Ketujuh jenderal tersebut antara lain :

  1. Letjen Ahmad Yani

  2. Mayjen TNI Raden Suprapto

  3. Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono

  4. Mayjen TNI Siswondo Parman

  5. Brigjen TNI DI Panjaitan

  6. Brigjen TNI Sutoyo Siswomihardjo

  7. Jenderal AH Nasution.

Jenderal AH Nasution menjadi sasaran utama namun selamat dan dapat menyelamatkan diri, tetapi putrinya yang bernama Ade Irma Suryani Nasution gugur tertembak. Selain putrinya, ajudannya yang bernama Lettu Pierre Tendean turut gugur dalam usaha pembunuhan tersebut.

Ilustrasi Monumen Pancasila Sakti. Sumber: cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Ketujuh perwira tersebut kini dikenal sebagai pahlawan revolusi. Selain tujuh perwira tersebut, gugur pula Bripka Karel Satsuit Tubun, yaitu Pengawal Kediaman resmi Wakil Perdana menteri II Dr. J. Leimena. Di wilayah Yogyakarta turut gugur para anggota TNI AD, yaitu sebagai berikut:

  1. Kolonel Katamso Darmokusumo, yaitu Komandan Korem 072 Pamungkas, Yogyakarta.

  2. Letkol Sugiyono Mangunwiyoto, yaitu Kepala Staf Korem 072 Pamungkas, Yogyakarta.

Peristiwa ini terjadi di Yogyakarta dan Jakarta dan menelan banyak korban jiwa sehingga menjadi peristiwa yang sangat memilukan bagi bangsa Indonesia. Kemudian pada 1 Oktober 1965, pasukan Resimen Para Komando Angkatan Darat atau RPKAD berhasil melumpuhkan anggota PKI.

Hingga kini, peristiwa G30S PKI ini masih menjadi bahasan menarik di kalangan sejarawan. Ada banyak sudut pandang mengenai peristiwa ini yang sangat menarik pula untuk kita pelajari. Sekian pemaparan mengenai peristiwa G30S PKI. Semoga dapat menambah wawasan mengenai sejarah bangsa Indonesia pasca kemerdekaan. (IND)