Konten dari Pengguna

Sejarah Gedung Grahadi Surabaya yang Dibakar Massa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Gedung Grahadi Surabaya. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Kristian Tandjung
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah Gedung Grahadi Surabaya. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Kristian Tandjung

Gedung Grahadi Surabaya merupakan gedung yang bersejarah dan penting. Banyak yang penasaran dengan sejarah Gedung Grahadi Surabaya yang dibakar oleh massa dalam aksi demonstrasi.

Hal ini sangat disayangkan mengingat gedung ini merupakan salah satu ikon Kota Surabaya. Gedung ini sangat erat kaitannya dengan masa kolonial Belanda di Surabaya.

Sejarah Gedung Grahadi Surabaya yang Dibakar Massa pada Sabtu, 30 Agustus 2025

Sejarah Gedung Grahadi Surabaya. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Windo Nugroho

Dikutip dari buku Aneka Ragam Khas Jawa Timur karya Udi Sukrama (2009), sejarah Gedung Grahadi Surabaya dimulai sejak masa Kolonial Belanda. Gedung ini pada awalnya menghadap ke daerah Kalimas di sebelah utara Surabaya.

Daerah ini merupakan daerah kanal sehingga penghuni gedung bisa melihat perahu yang melintas. Dulunya, gedung ini digunakan sebagai salah satu pusat pemerintahan oleh Belanda.

Bahkan, hal tersebut masih berlanjut hingga masa Jepang dan setelah Indonesia meraih kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Bangunan ini terdiri dari dua lantai dan memiliki desain arsitektur bergaya Roma, Italia.

Bangunan ini memiliki luas sekitar 76.885 meter persegi dan didirikan dengan bantuan seorang arsitek dari Belanda.

Pembangunan gedung pada tahun 1795 atas inisiatif Dirk van Hogendorp, Residen Surabaya, menandai awal fungsinya sebagai pusat kegiatan resmi dan sosial bagi pejabat kolonial Belanda dan elite Eropa pada masa itu.

Penamaan "Grahadi" yang berasal dari bahasa Sanskerta, "graha" (rumah) dan "adi" (mulia), mencerminkan fungsi dan status bangunan sebagai "Rumah Mulia".

Setelah kemerdekaan Indonesia, terjadi peralihan fungsi gedung menjadi rumah dinas Gubernur Jawa Timur, yang berlanjut hingga saat ini. Lokasinya yang strategis di Jalan Gubernur Suryo semakin menegaskan perannya sebagai pusat pemerintahan.

Dari segi arsitektur, Gedung Grahadi mengalami transformasi gaya. Awalnya mengadopsi Oud Holland Stijl dengan balkon besar menghadap Sungai Kalimas.

Pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels, terjadi modifikasi signifikan pada bentuk atap yang diubah menjadi bergaya Empire Style.

Perubahan tersebut bertujuan menciptakan kesan megah dan berwibawa, serta menjadi ciri khas yang bertahan hingga sekarang. Gedung ini mengalami kerusakan yang cukup parah karena dibakar oleh massa dalam aksi pada tanggal 30 Agustus 2025 lalu.

Peristiwa kebakaran yang melanda Gedung Grahadi bukan hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga mengancam kelestarian warisan sejarah dan arsitektur Kota Surabaya.

Baca juga: Peranan Penting Masjid dalam Penyebaran Islam Melalui Pendidikan Menurut Sejarah

Demikian ulasan mengenai sejarah Gedung Grahadi Surabaya yang dibakar oleh massa. (WWN)