Konten dari Pengguna

Sejarah Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional pada 17 Oktober

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional, Foto Unsplash Jordan Opel
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional, Foto Unsplash Jordan Opel

Setiap bulan atau bahkan hampir setiap hari, beragam daerah hingga dunia memperingati suatu acara. Peringatan-peringatan ini diadakan dengan beragam tujuan, seperti sebagai pengingat akan suatu kejadian, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan suatu hal, dan lain sebagainya.

Salah satu hari peringatan tersebut adalah Hari Pengentasan Kemiskinan yang jatuh pada tanggal 17 Oktober. Mungkin banyak orang masih awam terkait hari tersebut. Namun sesuai dengan namanya, sebenarnya hari tersebut memiliki tujuan yang baik untuk mengentaskan kemiskinan. Lalu bagaimana sejarah dari hari tersebut? Simak ulasannya di bawah ini.

Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional

Berdasarkan buku Hari-hari Penting Internasional oleh Nina Rahmawati (Laksana:65), pada tahun 1992, PBB menetapkan Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional. Secara resmi, peringatan ini pertama kali diadakan pada tahun 1993. Namun, sebenarnya Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional sudah ada sejak 17 Oktober 1987 di Paris.

Bila dilihat dari paragraf di atas, kita dapat mengetahui bahwa sejarah Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional dimulai dari Perancis. Ya, hari tersebut digagas oleh seorang politikus serta aktivis kemiskinan asal negara Eropa tersebut. Beliau bernama Joseph Wresinski.

Ilustrasi Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional, Foto Unsplash Zeyn Afuang

Pada tanggal 17 Oktober 1987, Wresinski mampu mengumpulkan lebih dari 100.000 orang untuk menghormati para koban kelaparan, kekerasan, kemiskinan, dan ancaman. Acara tersebut diadakan di Human Rights and Liberties Plaza yang berlokasi di Trocadero, Paris. Tempat tersebut dipilih karena di sanalah Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia disahkan pada tahun 1948.

Ternyata gerakan ini mampu menarik perhatian orang-orang di PBB. Maka dari itu, sejak tahun 1992 PBB menetapkan tanggal saat Wresinski dan ribuan orang lainnya melakukan penghormatan tersebut sebagai Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional.

Hingga saat ini, kemiskinan adalah masalah dari masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menurut laman bps.go.id, terdapat 26,16 juta penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret 2022. Maka dari itu, mari kita gunakan momentum Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional sebagai pengingat agar membantu sesama manusia yang masih terjerat di lingkaran kemiskinan.

Itulah sejarah singkat Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional. Semoga dapat menambah wawasan dan meningkatkan kesadaran bagi kita semua. (LOV)