Konten dari Pengguna

Sejarah Hari Raya Galungan bagi Umat Hindu di Bali

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Hari Raya Galungan. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah Hari Raya Galungan. Sumber: unsplash.com

Sejarah Hari Raya Galungan berkaitan erat dengan mitologi Hindu-Bali yang pertama kali dirayakan pada 882 Masehi. Meski begitu, ritual ini sempat mengalami kemandegan selama bertahun-tahun. Kemudian perayaan Galungan kembali diadakan ketika masa pemerintahan Raja Sri Jayakusunu. Nah, untuk Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang Hari Raya Galungan, simak artikel ini sampai akhir, ya.

Sejarah Hari Raya Galungan bagi Umat Hindu

Sejarah Hari Raya Galungan. Sumber: unsplash.com

Jadi, Hari Raya Galungan ini diperingati setiap 6 bulan sekali menurut penanggalan Bali. Ritual Galungan jatuh setiap Rabu Kliwon dan kerap disebut dengan Budha Kliwon Dungulan atau hari Rabu Kliwon dengan wuku Dungulan yang maknanya adalah hari kemenangan dharma (kebenaran) atas adharma (kejahatan)/

Galungan merupakan penanda awal dari upacara keagamaan yang paling penting karena rakyat Bali percaya jika roh para leluhur akan pulang ke rumah di hari itu. Makanya, sudah menjadi kewajiban bagi umat Hindu untuk menyambutnya dengan doa dan persembahan.

Mengutip dari buku Sejarah Terlengkap Agama-Agama di Dunia karya M. Ali Imron (2015:98), sejarah Hari Raya Galungan pertama kali dirayakan pada malam purnama di tanggal 15, tahun aka 804 atau 882 Masehi yang kemudian berhenti diadakan kembali.

Setelahnya, pada masa pemerintahan Raja Sri Jayakusunu, Hari Raya Galungan diadakan kembali karena ia menyakini bahwa raja terdahulu sering sakit-sakitan dan kerap terjadi keanehan karena rakyat Bali merupakan peringatan Galungan ini.

Untuk itu, atas perintahnya, perayaan Galungan kembali dihidupkan dan masih diadakan secara turun-temurun hingga kini. Walau bagi sebagian rakyat Bali, sejarah tersebut dianggap kurang nalar di logika, namun mayoritas rakyat Hindu di Bali sangat mempercayainya.

Adapun filosofi Hari Raya Galungan sendiri dirayakan dengan tujuan untuk memperingati kemenangan Dewa Indra melawan Mayadenawa atau kebaikan melawan kejahatan. Selain itu, inti daripada perayaan Galungan adalah untuk menjaga napsu manusia agar mereka bisa mengendalikan hawa napsunya dengan tujuan untuk mendapatkan ketentraman batin dan kehidupan.

Nah, itu dia penjelasan singkat tentang Hari Raya Galungan. Semoga bermanfaat untuk Anda. (Anne)