Konten dari Pengguna

Sejarah Idul Adha Singkat dan Hikmahnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Iustrasi  Sejarah Idul Adha Singkat dan Hikmahnya Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Iustrasi Sejarah Idul Adha Singkat dan Hikmahnya Sumber: pexels.com

Idul Adha atau Hari Raya Qurban oleh sejumlah orang kerap juga disebut dengan Lebaran Haji. Hal ini dikarenakan pada tanggal 10 Zulhijah, Umat Muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji di Mekah sedang melakukan wukuf di Arafah.

Mengutip buku Nasehat-nasehat Kebaikan, (35:200) Idul Adha sering disebut hari raya Haji, karena pada hari itu merupakan ibadah yang utama, di mana Umat Islam sedang melaksanakan wukuf di Arafah dengan mengenakan pakaian serba putih dan tidak berjahit (Pakaian Ihram) yang memberikan isyarat satu akidah, satu keyakinan, seirama dan sederajat di hadapan Allah SWT.

Sejarah Idul Adha Singkat dan Hikmahnya

Inilah sejarah Idul Adha yang InsyaAllah dapat dipetik hikmahnya:

1. Berawal dari kisah Siti Hajar dan Ismail di padang gurun tandus

Hari raya Idul Adha terkait erat dengan kisah pengorbanan di mana sejarah mencatat, ketika Nabi Ibrahim as diperintahkan Allah lewat mimpinya, untuk menempatkan istrinya yakni Siti Hajar dan

Sebelumnya Nabi Ibrahim as juga tidak memahami maksud dari mimpi tersebut. Sesampainya di tengah gurun, Nabi Ibrahin as pun berpamitan meninggalkan anak dan istrinya di tempat yang sedang panas terik tersebut.

Ketika Siti Hajar merasakan haus ia pun berlari-lari kecil di antara bukit Safa dan bukir Marwa. Pada saat itu kemudian muncul sumber air Zam-zam yang akhirnya airnya dapat diminum oleh Siti Hajar dan anaknya. Inilah asal mula adanya Sa'i dalam pelaksanaan haji.

2. Kisah Penyembelihan Ismail sebagai Qurban

Iustrasi Sejarah Idul Adha Singkat dan Hikmahnya Sumber: pexels.com

Hari Raya yang disebut sebagai Hari Qurban ini menjadi hari di mana Umat Islam yang memiliki kesempatan dan mampu secara penuh, untuk melaksanakan qurban menyembelih hewan ternak. Qurban atau berkorban dalam hal ini biasanya menggunakan hewan berupa kambing, domba atau sapi.

Pada saat momen inilah, dianggap sebagai simbol pengorbanan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saat Nabi Ibrahim ditanya oleh umatnya "Wahai Ibrahim milik siapakah semua hewan ternak ini" maka Ibrahim menjawab "Ini semua adalah milik Allah SWT dan jika suatu saat Allah mengambilnya akan aku serahkan kepadaNya, jangankan binatang ini, jika anakku diminta untuk menyembelih pun akan aku sembelih,".

Seusainya, Allah pun kembali menguji Ibrahim melalui mimpinya dan memerintahkan Nabi Ibrahim as untuk menyembelih Nabi Ismail as. Saat mengetahui bahwa itu adalah perintah Allah, Ismail pun ikhlas menerima perintah tersebut. Alhasil ketika mereka akan menjalani perintah Allah tersebut, Allah kemudian mengganti pengorbanan keduanya dengan seekor domba yang berukuran besar.

3. Hikmah Idul Adha

Hikmahnya ialah, jika menilik kisah Nabi Ibrahim as kita dapat mengambil teladan bahwa Ibrahim adalah seorang nabi yang sangat sabar, tulus dan lkhlas dalam menjalani perintah Allah SWT.

Atas hal tersebut, Allah memberi Nabi Ibrahim gelar Khalilullah atau kekasih Allah. Ikhlas merupakan salah satu ibadah yang penting dalam kehidupan, karena dengan keikhlasan kita dalam beribadah akan terlihat kualitas amal ibadah kita.

Demikian ulasan sejarah singkat Idul Adha yang dapat kita petik hikmahnya. Semoga bermanfaat. (ANG)