Sejarah Isra Miraj dan Kisah Nabi Muhammad Menerima Perintah Shalat 5 Waktu

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebentar lagi, umat Muslim seluruh dunia akan memperingati salah satu peristiwa penting dalam agama Islam, yakni Isra Miraj. Namun sudahkah Anda mengetahui sejarah Isra Miraj ketika Nabi Muhammad menerima perintah dari Allah melaksanakan shalat 5 waktu?
Sejarah Isra Miraj
Dikutip dari buku Muhammad: Biografi Singkat karya Barnaby Rogerson (2013:145), Isra Miraj merupakan merupakan hiburan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah kepergian paman sekaligus pelindungnya, Abu Thalib dan juga istri tercintanya Khadijah. Selain itu, Isra Miraj merupakan pembuktian bahwa Nabi Muhammad mengikuti jalur para nabi terdahulu.
Menurut Ridwan Abqary dalam karyanya yang berjudul 99 Kisah Menakjubkan Dalam Al-Quran (2009), peristiwa Isra merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram yang ada di Makkah menuju Masjidil Aqsa yang ada di Yerusalam dengan menggunakan Buraq dengan jarak sekitar 1.239 KM hanya dalam waktu semalam.
Sebagaimana yang tergambarkan dalam Surat Al Isra ayat 1 yang artinya,
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Isra: 1)
Sesampainya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Malaikat Jibril melanjutkan perjalannnya menuju Sidratul Muntaha yang ada di langit ke tujuh. Kisah ini tertulis dalam Surat An Nakm ayat 12-18 yang artinya,
Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An Najm: 12-18).
Selama perjalannya, Nabi Muhammad bertemu dengan nabi-nabi pendahulunya. Seperti ketika di langit yang pertama, beliau bertemu dengan Nabi Adam ‘alaihissallam, Nabi Isa ‘alaihissallam di langit kedua, Nabi Yusuf ‘alaihissallam di langit ketiga, Nabi Idris ‘alaihissallam di langit keempat, Nabi Harun ‘alaihissallam di langit kelima, dan Nabi Musa ‘alaihissallam di langit keenam.
Sesampainya di langit yang ketujuh, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Ibrahim ‘alaihissallam. Ketika bertemu, Nabi Ibrahim sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma’muur. Kemudian Nabi Ibrahim pergi bersama Nabi Muhammad menuju Sidratul Muntaha.
Nabi Muhammad Menerima Perintah Shalat 5 Waktu
Sesampainya di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salla mendapatkan wahyu berupa kewajiban melaksanakan 50 shalat dalam sehari semalam. Namun, setiap kali Nabi Muhammad turun, Nabi Musa selalu menanyainya dan mengatakan jumlah tersebut terlalu besar untuk umat Nabi Muhammad.
Nabi Muhammad terus meminta keringanan kepada Allah, hingga tersisa 5 waktu shalat dalam sehari semalam. Ketika turun, beliau ditanyai hal yang serupa kepada Nabi Musa. Namun Nabi Muhammad merasa malu untuk meminta keringanan lagi.
Kisah ini tergambarkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam. Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam. Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. Saya menjawab: “50 shalat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`il”. Beliau bersabda: “Maka sayapun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata: “Allah mengurangi untukku 5 shalat”. Dia berkata: “Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman: “Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis (baginya) satu kejelekan”. Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka sayapun berkata: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai sayapun malu kepada-Nya.” (HR. Bukhari no. 2968 dan Muslim no. 162)
Semoga dengan mengetahui sejarah Isra Miraj, dapat menambah ketakwaan kita kepada Allah SWT. Amiin. (MZM)
