Sejarah, Makna, dan Pola Gerakan Tari Kecak Bali

Penulis kumparan
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah kamu pernah menonton pertunjukkan tari kecak? Tari kecak merupakan tari tradisional dari Bali yang diciptakan oleh seorang penari sekaligus seniman Bali yang bernama Wayan Limbak bersama rekannya yang bernama Walter Spies.
Sejarah tari kecak Bali diciptakan sekitar tahun 1930-an di Bali. Dikutip dari buku Happy Shopping Bali yang ditulis oleh di Maria Fransiska Merinda (2016: 149), mereka lah yang menciptakan tari kecak pada tahun 1930-an dan menjadi populer hingga saat ini.
Tari kecak diciptakan dengan terinspirasi dari ritual sanghyang dan bagian-bagian cerita Ramayana, yang mana penari akan menari secara tidak sadar dan berkomunikasi dengan Tuhan atau roh leluhur. Adapun tarian ini juga menggambarkan tentang Pewayangan, khususnya cerita Ramayana yang dipertunjukan dengan seni gerak dan tarian.
Pola Gerakan Tari Kecak Bali
Sebagai suatu pertujukan, tari kecak menyajikan tarian sebagai pengatar cerita dengan musik yang mengiringi lenggak lenggok penari. Namun, dalam pementasan tari kecak musik yang dihasilkan berasal dari perpaduan suara anggota “cak” yang berjumlah sekitar 50–70 orang yang semuanya akan membuat musik secara akapela. Dikutip dari buku Keanekaragaman Seni Tari Nusantara yang ditulis oleh Resi Septiana Dewi (2012: 38), satu orang akan bertindak sebagai pemberi nada awal dan orang lainnya bertindak sebagai penekan yang bertugas memberikan tekanan nada tinggi atau rendah.
Pola gerakan tari kecak cukup sederhana, yaitu garis lengkung yang membentuk lingkaran. Kemudian, para penari akan duduk melingkar dan mengelilingi api unggun yang berada di tengah-tengah. Gerak penari kecak tidak harus mengikuti pakem-pakem tari yang diiringi oleh gamelan. Dalam tari kecak ini, gerak tubuh penari akan lebih santai karena yang diutamakan adalah jalan cerita dan perpaduan suara.
Seni tari kecak ini bisa disaksikan di pementasan beberapa tempat di Bali, seperti di GWK, Uluwatu, atau Tanah Lot. Itulah penjelasan mengenai sejarah, makna, dan pola gerakan tari kecak Bali. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
