Sejarah Masuknya Islam ke Nusantara Menurut Berbagai Teori

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah masuknya Islam ke Nusantara diketahui sudah ada sejak abad ke-19 dan di latar belakangi oleh adanya kegiatan perdagangan. Masuknya agama Islam ke Indonesia ini sejalan dengan berkembangnya perdagangan antara negara Arab, India, Teluk Persia, Selat Malaka, dan Kepulauan Indonesia yang berlangsung pada abad ke-7 hingga abad ke-15 M. Secara umum, terdapat empat teori utama yang menjelaskan tentang sejarah masuknya agama Islam ke Indonesia yang dilakukan melalui perdagangan.
Sejarah Masuknya Islam ke Nusantara Menurut Berbagai Teori
Berikut adalah sejarah masuknya Islam ke Nusantara yang dikutip dari buku Sejarah Masyarakat Islam Indonesia karya Sarkawi B. Husain (2017).
1. Teori Gujarat
Teori ini dicetuskan oleh G.W.J. Drewes dan beberapa tokoh lainnya yang meyakini bahwa agama Islam dibawa ke Nusantara oleh para pedagang dari Gujarat, India pada abad ke-13 Masehi. Pedagang dari Gujarat tersebut datang melalui Selat Malaka dan menjalin hubungan dengan masyarakat lokal hingga melahirkan Kesultanan Samudera Pasai yang menjadi kerajaan Islam pertama di Indonesia.
2. Teori Mekah
Teori ini memperkirakan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia dari pedagang Timur Tengah. Menurut Buya Hamka, Islam sudah menyebar di Nusantara sejak abad ke-7 M yang dibuktikan dari kedatangan orang-orang Arab. Teori Mekah juga didukung oleh T.W. Arnold yang menyatakan bahwa saudagar Arab cukup dominan dalam aktivitas pedagangan di Nusantara hingga membentuk komunitas muslim.
3. Teori Persia
Teori Persia didukung oleh Umar Amir Husen dan Husein Djajadiningrat yang berpendapat bahwa tradisi dan kebudayaan Islam di Indonesia mempunyai persamaan dengan Persia. Contohnya seperti batu nisan bercorak Islam di Nusantara dan beberapa ritual di Nusantara yang serupa dengan ritual di Persia.
4. Teori Cina
Sejarah masuknya Islam ke Nusantara juga diperkirakan masuk dari Cina yang dibawa oleh panglima muslim dari kekhalifahan di Madinah pada era Khalifah Ustman bin Affan. Bukti yang mendukung teori ini adalah banyaknya pendakwah Islam yang merupakan keturunan Cinadan memiliki pengaruh besar di Kesultanan Demak.
(Anne)
