Sejarah Maulid Nabi dan Makna Peringatannya dalam Islam

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nabi Muhammad Saw merupakan suri tauladan bagi umat Muslim. Hari kelahirannya pun menjadi salah satu perayaan hari besar bagi agama Islam. Inilah sejarah Maulid Nabi dan makna memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw dalam agama Islam.
Pengertian Maulid Nabi dijelaskan dalam buku Pro dan Kontra Maulid Nabi, yang disusun oleh AM. Waskito (2014:20). Dikutip dari buku tersebut, Maulid berasal dari kata maulud, yang artinya seseorang yang dilahirkan.
Sementara kata maulid juga memiliki arti hari kelahiran. Pengertian Maulid Nabi adalah hari kelahiran Nabi Muhammad Saw yang jatuh pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal.
Sejarah Maulid Nabi
Sejarah Maulid Nabi dalam Islam telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Dalam hal ini terdapat tiga teori mengenai awal mula peringatan Maulid Nabi, yaitu;
Dinasti Ubaid.
Teori pertama menyatakan, bahwa perayaan Maulid Nabi pertama kali diadakan di kalangan Dinasti Ubaid (Fathimi). Dinasti Ubaid berkuasa di Mesir pada sekitar abad 4-6 Hijriyah. Selain Maulid Nabi, mereka juga merayakan hari Asyura, dan perayaan Maulid orang-orang di sekeliling Nabi.
Ahlus Sunnah.
Kedua, peringatan Maulid Nabi di kalangan Ahlus Sunnah pertama kali diadakan oleh Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri (549-630 H), seorang gubernur Ibril di wilayah Irak. Beliau merayakan Maulid Nabi dengan menjamu ulama, cendikiawan, dan seluruh rakyatnya, memberi hadiah, dan bersedekah kepada fakir miskin.
Dinasti Ayyub.
Ketiga, peringatan Maulid Nabi pertama kali diadakan oleh penguasa Dinasti Ayyub, Sultan Shalahuddin Al Ayubbi (567-622 H). Tujuannya adalah mengobarkan semangat jihad kaum Muslim untuk melawan kaum Salibis dari Eropa dalam Perang Salib.
Makna Peringatan Maulid Nabi
Kelahiran Nabi Muhammad Ssaw merupakan salah satu hari bersejarah dalam Islam. Tentu banyak makna yang bisa didapat dalam memperingati hari kelahiran manusia paling mulia di dunia ini. Dihimpun dari buku Menggapai Berkah di Bulan - Bulan Hijriyah yang disusun oleh Siti Zamratus Sa'adah (2015:78), berikut adalah makna peringatan Maulid Nabi;
Ungkapan rasa senang dan gembira atas kelahiran Rasulullah saw.
Mencontoh sikap Rasulullah saw yang memuliakan hari kelahirannya sendiri dengan berpuasa sebagai wujud rasa syukur.
Tanda syukur atas kehadiran Rasulullah saw sebagai rahmat paling berharga dan mulia.
Sejarah Maulid Nabi berawal dari Dinasti Ubaid, yang kemudian peringatannya diadaptasi oleh kalangan Ahlus Sunnah dan Dinasti Ayyub.(DK)
