Sejarah Munculnya Kesadaran Tentang Pentingnya Identitas Nasional Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengutip dari buku Kewarganegaraan & Masyarakat Madani, Heri Herdiawanto Fokky, Fuad Wasitaatmadja , Jumanta Hamdayama, 2019, sebagai suatu bangsa, Indonesia yang memiliki identitas primer lebih dari 700 suku bangsa bersepakat untuk membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menyatakan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Namun, sebenarnya kesadaran tentang pentingnya identitas nasional Indonesia secara historis dimulai sejak tahun 1908.
Kesadaran Identitas Nasional Indonesia
Secara historis, kesadaran tentang pentingnya identitas nasional Indonesia secara historis dimulai sejak tahun 1908. Sejak beberapa tahun sebelumnya, beberapa golongan masyarakat, khususnya para pemuda, menyadari bahwa Indonesia sudah lama berada di bawah jajahan bangsa asing. Kesadaran tersebut muncul akibat adanya pengaruh dari hasil pendidikan politik etis (Etiche Politiek) yang mereka terima.
Golongan pemuda mulai menyadari jati diri bangsa Indonesia sebagai manusia yang tidak wajar karena dalam kondisi terjajah. Dalam hal ini, perlu diakui bahwa unsur pendidikan merupakan faktor pendorong yang penting bagi pembentukan kebudayaan dan kesadaran akan kebangsaan sebagai identitas nasional.
Munculnya kesadaran akan pentingnya identitas nasional Indonesia di tahun 1908 inilah yang kemudian dikenal dengan nama masa Kebangkitan Nasional (Bangsa). Ditandai juga dengan lahirnya organisasi pemuda pertama di Indonesia, yaitu Boedi Oetomo dengan Kongres Budi Utomo 1908 yang dipelopori oleh dr. Radjiman Widyodiningrat.
Kemudian, pada tahun 1918 para golongan pemuda menyelenggarakan Kongres Kebudayaan I, tepatnya pada tanggal 5-7 Juli 1918 di Solo. Kongres ini berperan penting dalam memberikan semangat bagi bangsa untuk sadar dan bangkit sebagai bangsa untuk menemukan jati diri.
Ternyata, terselenggaranya kongres ini membawa dampak yang cukup luas. Tidak lama kemudian, hadir pula kongres dari berbagai kebudayaan lainnya, seperti kebudayaan Sunda, Madura, dan Bali. Kongres bahasa Sunda diselenggarakan di Bandung tahun 1924. Kongres bahasa Indonesia I diselenggarakan tahun 1938 di Solo.
Pengalaman beberapa kongres tersebut akhirnya memberikan inspirasi akan kesadaran berbangsa yang diwujudkan dengan semakin banyak berdirinya organisasi kemasyarakatan dan organisasi politik.
Demikian sedikit ulasan mengenai sejarah kesadaran tentang pentingnya identitas nasional Indonesiayang secara historis dimulai sejak 1908 dan merupakan cikal bakal dari identitas sekunder bangsa Indonesia. Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada Kongres Kebudayaan yang menyangkut kebudayaan dan kebahasaan pada akhirnya telah memberikan pengaruh positif terhadap pembangunan jati diri dan/atau identitas nasional. (DNR)
