Konten dari Pengguna

Sejarah Nama Bani Umayyah dalam Dinasti Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Nama Bani Umayyah berasal dari Nama Nenek Moyangnya yang Bernama Umayyah bin Syams   Sumber Unsplash/Haidan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nama Bani Umayyah berasal dari Nama Nenek Moyangnya yang Bernama Umayyah bin Syams Sumber Unsplash/Haidan

Daulah Umayyah atau Bani Umayyah merupakan dinasti Islam pertama setelah Khulafaurrasyidin. Sejarah nama Bani Umayyah berasal dari nama nenek moyangnya yang bernama Umayyah bin Syams.

Berakhirnya kekuasaan Ali bin Abi Thalib, merupakan akhir dari pemerintahan Khulafaurrasyidin. Selanjutnya, sistem pemerintahan Islam bercorak kerajaan atau dinasti.

Nama Bani Umayyah berasal dari Nama Nenek Moyangnya yang Bernama Umayyah bin Syams

Ilustrasi Nama Bani Umayyah berasal dari Nama Nenek Moyangnya yang Bernama Umayyah bin Syams Sumber Unsplash/Zahid Lilani

Kekuasaan Dinasti Umayyah berlangsung dari tahun 41 H/661 M hingga 132 H/750 M. Diambil dari buku Bahan Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas VIII, Dini Harwanti (2020:133), nama Bani Umayyah berasal dari nama nenek moyangnya yang bernama sebagai berikut.

Nama Bani Umayyah diambil dari salah seorang sahabat Nabi yang bernama Umayyah bin Abd Syams bin Abd Manaf.

Umayyah bin Abd Syams adalah seorang tokoh penting pada kaum Quraisy di masa Jahiliyyah, yang masuk Islam pada tahun ke 8 Hijriyyah pada saat Fathu Makkah.

Dinasti Bani Umayyah didirikan pada tahun 41 H/661 M di Damaskus, tepatnya setelah Hasan bin Ali menyerahkan kursi kekhalifahan secara resmi kepada Muawiyah bin Abu Sofyan.

Hasan menyerahkan kepemimpinannya kepada Muawiyah dengan beberapa syarat dan kesepakatan, untuk menjaga perdamaian dan menciptakan persatuan di kalangan umat Islam.

Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Amul Jama'ah (tahun persatuan umat Islam), yang terjadi pada Rabiulawal 41 H/661 M, dan menjadi hitungan awal berdirinya Bani Umayyah.

Daulah ini berakhir ditandai dengan kekalahan Khalifah Marwan bin Muhammad pada Perang Zab tahun 132 H/750 M. Dengan demikian, Bani Umayyah berdiri kurang lebih selama 91 tahun.

Kemajuan di Masa Dinasti Bani Umayyah

Ilustrasi Nama Bani Umayyah berasal dari Nama Nenek Moyangnya yang Bernama Umayyah bin Syams Sumber Unsplash/Faruk Kaymak

Pada masa pemerintahan Bani Umayyah, umat Islam mencapai banyak kemajuan. Beberapa kemajuan yang berhasil diraih pada masa Dinasti Umayyah dikutip dari buku Pasti Bisa PAI dan Budi Pekerti untuk SMP/MTs Kelas VIII, Tim Ganesha Operation (2019:115), adalah berikut ini.

  1. Pembuatan anjung di dalam masjid. Muawiyah meminta dibuatkan anjung ini karena sangat mengkhawatirkan keselamatan dirinya saat salat. Khalifah Umar dan Ali terbunuh ketika sedang melaksanakan salat.

  2. Dirancangnya pola pengiriman surat (pos) yang kemudian disempurnakan lagi pada masa Malik bin Marwan.

  3. Pembangunan kubah yang megah dengan arsitektur barat oleh Khalifah Abdul Malik.

  4. Pembuatan mata uang oleh Khalifah Abdul Malik yang diedarkan ke seluruh penjuru negeri Islam.

  5. Pengembangan angkatan laut (yang di masa Utsman dikenal dengan Amir Al-Bahri).

  6. Penyediaan kapal perang bagi angkatan ini hingga mencapai jumlah 1.700 kapal.

  7. Pembenahan administrasi pemerintahan oleh Khalifah Abdul Malik dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi pemerintahan Islam.

  8. Perluasan wilayah kekuasaan dari Afrika menuju wilayah barat daya, Benua Eropa, bahkan sampai ke Andalusia (Spanyol).

  9. Pembangunan masjid dan istana oleh Abdul Malik dan anaknya, Walid.

  10. Sulaiman bin Malik membangun bangunan raksasa yang terkenal dengan nama Jami'ul Umawi.

  11. Penerjemahan beberapa buku asing ke dalam bahasa Arab (arabisasi buku).

Baca juga: 5 Khalifah pada Masa Bani Umayyah yang Kisahnya Sangat Terkenal

Nama Bani Umayyah berasal dari nama nenek moyangnya yang bernama Umayyah bin Abd Syams bin Abd Manaf. Dia adalah sahabat Nabi yang masuk Islam pada tahun 8 H.(DK)