Konten dari Pengguna

Sejarah Organisasi Militer Bentukan Jepang

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Organisasi Militer Bentukan Jepang. (Foto: Duncan Kidd | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Organisasi Militer Bentukan Jepang. (Foto: Duncan Kidd | Unsplash.com)

Negeri matahari terbit atau Jepang tercatat pernah menjajah nusantara selama tiga setengah tahun. Pada masa penjajahan tersebut, Jepang membentuk banyak organisasi. Organisasi bentukan Jepnang berkaitan dengan berbagai aspek dalam kehidupan seperti sosial budaya, ekonomi, politik, hingga organisasi militer. Negeri matahari terbit membentuk banyak organisasi di Indonesia denga tujuan mobilisasi sumber daya manusia dan alam sebagai bentuk dukungan pada perang Asia Timur Raya di Samudera Pasifik. Para pemuda Indonesia yang memiliki fisik kuat dengan karakter pemberani menjadi sasaran empuk propaganda Jepang. Propaganda tersebut berisi tentang Jepang yang ingin menjadi bangsa sepenanggunang dengan Indonesia. Jepang ingin mengubah keadaan saat Indonesia di Jajah oleh Belanda. Oleh sebab itu, pada masa itu banyak organisasi militer bentukan Jepang di Indonesia.

Sejarah Beberapa Organisasi Militer Bentukan Jepang

Ilustrasi Beberapa Organisasi Militer Bentukan Jepang. (Foto: Museums Victoria | Unsplash.com)

Mengutip buku dengan judul Teori Organisasi: Struktur, Desain dan Aplikasi karya Robbins (1994:4), organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relative dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relative terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Berikut sejarah organisasi militer bentukan Jepang yang perlu diketahui.

  1. Heiho Heiho atau tentara pembantu merupakan salah satu organisasi militer yang dibentuk pada tahun 1942. Heiho dibentuk untuk membantu pekerjaan kasar militer seperti menjaga kamp pertahanan, membantu tentara Jepang dalam berperang, dan membantu pembangunan kubu pertahanan. Seiring berjalannya waktu, anggota Heiho diberikan senjata. Anggota Heiho merupakan pemuda dengan umur 18 hingga 25 tahun. Organisasi Heiho terbagi menjadi pasukan Laut, Darat, dan Kempeitei (polisi). Heiho kemudian dibubarkan pada tahun 1945 dan dileburkan ke dalam BKR.

  2. Peta Pembela Tanah Air atau disingkat dengan Peta dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943. Pembentukan Peta merupakan usulan Gatot Mangkoepradja yang mengirim surat kepada pemimpin militer tertinggi Jepang (Gunseikan) di Jakarta. Surat tersebut berisi permohonan dibentuknya pasukan berisi pemuda Indonesia untuk membela tanah air dari pasukan sekutu. Berbeda dengan Heiho, Peta memiliki tugas untuk menjadi pertahanan rakyat Indonesia dari serangan sekutu dalam perang Asia Timur Raya. Setelah Jepang kalah dalam PD II, Peta dibubarkan pada tanggal 19 Agustus 1945 oleh Nagano Yuichiro yang pada saat itu menjabat sebagai panglima terakhir ke-16.

Demikian sejarah organisasi militer bentukan Jepan. Selain organisasi militer, pada masa penjajahan juga dibentuk organisasi semi militer. Organisasi semi milter tersebut di antaranya adalah Seinendan, Keibodan, Fujinkai, Syuisintai, dan Jawa Hokokai. (FAR)