Sejarah Peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2021

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peringatan Hari Anak Nasional Indonesia sesuai berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984 adalah setiap tanggal 23 Juli.
Dilansir dari situs resmi Kominfo, lewat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap tahun, semua pihak, terutama keluarga diharapkan bisa mendukung dan berperan aktif untuk memenuhi hak anak dan memberikan perlindungan khusus bagi setiap anak Indonesia.
Namun, Hari Anak Internasional sendiri sebenarnya diperingati setiap tanggal 1 Juni 2021. Mengapa peringatan Hari Anak Nasional kita berbeda dengan Hari Anak Internasional?
Sejarah Peringatan Hari Anak Nasional
Peringatan Hari Anak Nasional awalnya merupakan gagasan dari Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang mengupayakan penetapan Hari Kanak-Kanak Nasional.
Pada bulan Mei 1952 digelar Pekan Kanak-kanak, di mana anak-anak berpawai di depan Istana Merdeka dan disambut dengan hangat oleh Presiden Soekarno. Namun, Hari Anak Nasional sendiri tidak langsung diperingati setiap tanggal 23 Juli. Prosesnya bahkan terbilang cukup panjang dan rumit.
Perayaan Pekan Kanak-Kanak juga sempat dilaksanakan pada minggu kedua dari bulan Juli, sehingga bertepatan dengan liburan sekolah. Lalu pekan ini juga sempat dirayakan pada 1-3 Juni, bersamaan dengan Hari Anak Internasional. Selanjutnya, hari anak juga pernah dirayakan pada tanggal 6 Juni, yang bertepatan dengan hari kelahiran Presiden Soekarno.
Akhirnya saat Undang-Undang No. 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak disahkan pada 23 Juli 1979, muncul usulan agar tanggal itu ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional. Nah, pada tahun 1984, Presiden Soeharto menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang mengesahkan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional.
Presiden Soeharto menilai anak-anak sebagai aset kemajuan bangsa, sehingga perlu diberikan perayaan khusus. Sejak penetapan Hari Anak Nasional oleh Presiden Soeharto pada tahun 1984 itu, perayaan anak-anak terus digelar rutin setiap tahunnya untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang ramah anak.
Sejarah Peringatan Hari Anak Nasional ini bermakna sebagai tanda kepedulian seluruh bangsa terhadap optimalnya tumbuh kembang anak. Selain itu, pemerintah juga membuat berbagai program yang mendorong keluarga untuk menjadi lembaga pertama dan utama di dalam melindungi anak, supaya bisa melahirkan generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.(BRP)
