Sejarah Peringatan Hari Departemen Luar Negeri Indonesia pada 19 Agustus

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tanggal 19 Agustus, masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Departemen Luar Negeri Indonesia. Sebelum ditetapkan menjadi salah satu hari nasional, tentunya peringatan hari besar tersebut telah melewati sejarah yang panjang.
Oleh karena itu, tak ada salahnya jika masyarakat Indonesia mencari informasi tentang peringatan hari nasional ini. Dengan begitu, maka wawasan terhadap bangsa Indonesia menjadi lebih banyak.
Sejarah Peringatan Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
Mengutip dari buku Sistem Kebut Semalam Lolos Tes CPNS Cukup 1x Tes Tembus CPNS, Isti Fina Indriana (2018:100), peringatan Hari Departemen Luar Negeri Indonesia diperingati setiap tanggal 19 Agustus.
Lahirnya peringatan hari nasional tersebut bertujuan untuk mengenang berdirinya Departemen Luar Negeri pada tanggal 19 Agustus 1945. Adapun nama awalnya memang Departemen Luar Negeri.
Akan tetapi, kemudian diubah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 menjadi Kementerian Luar Negeri atau Kemlu. Di Indonesia, tugas utama departemen ini adalah untuk berdiplomasi, mengupayakan dukungan internasional, hingga solidaritas untuk mendapatkan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia.
Menurut sejarah, Departemen Luar Negeri telah melakukan sejumlah perundingan setelah kemerdekaan Indonesia antara lain sebagai berikut.
Persetujuan Linggarjati yang membahas tentang pengakuan Indonesia meliputi Jawa dan Madura
Perjanjian Renville pada tahun 1948 tentang pengakuan atas RI meliputi Jawa dan Sumatera
Perjanjian Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949 yang dengan agenda mengembalikan keutuhan NKRI dengan membatalkan perjanjian KMB.
Perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan politik luar negeri membuat PBB akhirnya memberikan dukungan internasional pada tahun 1950. Bahkan setelahnya PBB mempunyai tugas dan tujuan diplomasi yang besar bagi bangsa Indonesia pada tahun 1966-1998 antara lain sebagai berikut.
Mendapat pengakuan atas Irian Barat
Mendapatkan pengakuan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dalam perjuangan hukum laut-UNCLOS
Meningkatkan kerja sama ASEAN
Mencari pengakuan internasional terhadap Timor Timur
Ketua Gerakan Non-Blok untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang
Meningkatkan kerja sama pembangunan
Ketua APEC dan G15
Baca Juga: Sejarah Peringatan Hari Konvensi Bonn
Itu dia informasi mengenai peringatan Hari Departemen Luar Negeri Indonesia yang menarik untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia sebagai tambahan wawasan kebangsaan. (Anne)
