Sejarah Peristiwa Mei 1998 dan Latar Belakangnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahun 1998 merupakan tahun yang penting dan tidak akan dilupakan oleh bangsa Indonesia. Salah satunya adalah peristiwa kerusuhan yang mengubah kondisi Indonesia pada saat itu. Memahami sejarah Peristiwa Mei 1998 dan latar belakangnya patut untuk dipelajari kembali.
Peristiwa pada tahun 1998 ini menjadi tanda berakhirnya kekuasaan Orde Baru yang sudah berlangsung sekitar 32 tahun di bawah kepemimpinan Soeharto. Selain menjadi tonggak sejarah, tahun ini juga meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia.
Sejarah Peristiwa Mei 1998 dan Kisah di Baliknya
Dikutip dari buku Mengenal Orde Baru karya Dhianita Kusuma Pertiwi (2021), bulan Mei 1998 menjadi bulan yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sejarah Peristiwa Mei 1998 menjadi tanda berakhirnya masa Orde Baru.
Peristiwa ini ditandai dengan kerusuhan di berbagai wilayah Indonesia. Dampaknya sangat besar, tidak hanya dari segi politik. Hampir semua sektor kehidupan terdampak pada waktu itu, mulai dari pendidikan hingga ekonomi.
Tidak hanya itu, peristiwa ini juga mengakibatkan banyak korban jiwa, luka-luka, bangunan hancur karena dibakar, bahkan banyak orang yang hilang. Latar belakang kerusuhan ini sangatlah kompleks.
Berikut ini adalah beberapa di antaranya yang menyebabkan rakyat marah dan akhirnya melakukan aksi yang berujung pada anarkis dan penjarahan.
1. Krisis Politik
Penyebab pertama yang memicu adanya gerakan Mei 1998 adalah krisis politik. Krisis politik di sini disebabkan karena masyarakat Indonesia tidak puas dengan pemerintahan Orde Baru yang dinilai hanya untuk mempertahankan kekuasaan.
Pemerintah tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Sebagai contoh adalah maraknya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Selain itu, adanya kekuasaan presiden yang tidak terbatas melalui Sidang Umum MPR yang tidak demokratis.
2. Krisis Ekonomi
Krisis ekonomi yang melanda Asia Tenggara sejak Juli 1997 berdampak signifikan pada Indonesia. Nilai tukar rupiah melemah drastis dari Rp 2.575 menjadi Rp 16.000 per dolar AS pada Maret 1998.
Hal tersebut membuat likuidasi 16 bank bermasalah pada akhir tahun 1997. Selain itu, banyak perusahaan pada akhirnya tidak mampu membayar utang luar negeri hingga menipisnya persediaan sembako dan kenaikan harga barang yang sudah tidak terkendali lagi.
3. Krisis Hukum
Intervensi pemerintah dalam bidang hukum mengakibatkan kekuasaan peradilan tunduk pada kepentingan penguasa, bukan pada prinsip keadilan. Krisis hukum ditandai dengan berbagai pelanggaran HAM, seperti pemberlakuan Daerah Operasi Militer, penumpasan organisasi Papua Merdeka, hingga Marsinah.
Baca juga: Sejarah Trisaksi mulai dari Pendirian Universitas hingga Tragedi 1998
Sejarah Peristiwa Mei 1998 dan latar belakangnya mengajarkan tentang betapa mahal harga yang harus dibayar untuk sebuah perubahan dan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan serta demokrasi agar tragedi serupa tidak terulang kembali. (WWN)
