Konten dari Pengguna

Sejarah Perumusan Teks Proklamasi Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

unsplash.com - Perumusan teks proklamasi
zoom-in-whitePerbesar
unsplash.com - Perumusan teks proklamasi

Perumusan teks proklamasi Indonesia dilakukan beberapa saat sebelum kemerdekaan Indonesia diumumkan oleh Dwitunggal, Soekarno dan Mohammad Hatta.

Sejarah perumusan teks proklamasi ini dimulai dari diadakan di rumah Laksamana Maeda di Meiji Dori No. 1 pada tanggal 17 Agustus 1945, pukul 03.00 WIB. Sebelumnya dua orang tertinggi di Indonesia yaitu Soekarno dan Mohammad Hatta sempat dilarikan oleh para golongan muda ke daerah Rengasdengklok.

Urutan Sejarah Perumusan Teks Proklamasi Indonesia

- 6 Agustus 1945

Sekutu menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945 serta kota Nagasaki 3 hari kemudian. Kaisar Hirohito menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945

- 15 Agustus 1945

Golongan muda yang mengetahui kabar tersebut dari siaran Radio BBC milik Inggris lalu mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memanfaatkan situasi dengan menyatakan proklamasi, Dwitunggal menolak karena belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Jepang.

- 15 Agustus 1945.

Golongan muda di bawah pimpinan Sukarni, Chairul Saleh, Wikana bersepakat untuk mengamankan dwitunggal bersama Ibu Fatmawati dan Guntur ke Rengasdengklok, dengan harapan agar mereka menuruti keinginan para pemuda.

- 16 Agustus 1945 itu,

Tidak tercapai kesepakatan apapun hingga sorenya, Ahmad Soebardjo datang dan berusaha membujuk para pemuda untuk melepaskan dwitunggal. Akhirnya mereka bersedia dengan jaminan oleh Soebardjo bahwa proklamasi akan terjadi esok hari.

- 16 Agustus 1945

Rombongan berangkat ke Jakarta, menuju rumah Laksamana Maeda di Meiji Dori No. 1 untuk membahas masalah tersebut. Maeda mempersilakan ketiga tokoh menemui Gunseikan (Kepala Pemerintah Militer) Jenderal Moichiro Yamamoto untuk membahas upaya tindaklanjut yang akan dilakukan. Namun, setibanya di Markas Gunseikan di kawasan Gambir, mereka bertiga mendapat jawaban yang mengecewakan karena Jenderal Nishimura yang mewakili Gunseikan melarang segala bentuk upaya perubahan situasi yang dilakukan. Mereka diharuskan menunggu Sekutu datang terlebih dahulu.

- 17 Agustus 1945

Pada pukul 03.00 WIB, naskah proklamasi disusun oleh Soekarno, Hatta dan Soebardjo di ruang makan Maeda. Naskah sebanyak dua alinea yang penuh dengan pemikiran tersebut lalu selesai dibuat 2 jam kemudian. Teks proklamasi tersebut memuat pernyataan tegas dan keinginan bangsa Indonesia untuk menjadi negara merdeka yang menentukan nasibnya sendiri. Kalimat pertama dalam naskah dicetuskan oleh Ahmad Soebardjo, sedangkan kalimat terakhir disumbang oleh Mohammad Hatta. Naskah diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik. Tanpa waktu lama, Sayuti Melik didampingi BM Diah mengetik naskah proklamasi.

- 17 Agustus 1945

Pada pukul 10.00 WIB, di halaman rumah Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, naskah proklamasi dibacakan dalam suasana khidmat. Prosesi yang sebenarnya tanpa protokol nyatanya tidak menghalangi gelora euforia rakyat dalam merayakan dan menyebarluaskan berita luar biasa ini.

Dilansir dari Seri Pengenalan Tokoh: Sekitar Proklamasi Kemerdekaan, Riris Sarumpaet, 2010, tokoh yang ikut dalam proses perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia terdiri dari: Disusun oleh Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo, diketik oleh Sayuti Melik, ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta, lalu dibacakan oleh Soekarno. (DNR)