Konten dari Pengguna

Sejarah PGRI dan Bangkitnya Guru Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah PGRI, Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah PGRI, Foto: Freepik

PGRI atau Persatuan Guru Republik Indonesia adalah organisasi profesi yang beranggotakan para tenaga pendidik di Indonesia. Berdiri pada 25 November 1945, sejarah PGRI dimulai sejak masa penjajahan Belanda.

Sejarah PGRI

Sejarah PGRI, Foto: Freepik

Dikutip dari situs resmi PGRI, pada tahun 1912 silam, berdiri organisasi perjuangan para guru pribumi sebagai anggotanya, yang bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Organisasi itu beranggotakan guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah, yang mayoritas bekerja di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.

Selain itu, ada pula organisasi guru yang bercorak keagamaan dan kebangsaan, seperti Christelijke Onderwijs Vereniging (COV), Katholieke Onderwijsbond (KOB), Vereniging Van Mulo Leerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan ras, golongan, dan agama.

Banyaknya organisasi guru dengan beragam latar belakang memperkuat para guru pribumi, sehingga mereka bisa bersatu untuk memperjuangkan hak mereka dari Belanda. Perlahan, tetapi pasti, para kepala sekolah HIS (Hollandsch Inlandsche School) yang sebelumnya selalu dijabat orang Belanda, sekarang mulai diganti dengan orang Indonesia.

Lalu pada tahun 1932, PGHB diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI), sehingga lebih mencerminkan semangat kemerdekaan bangsa Indonesia.

Pada masa penjajahan Jepang, PGI tidak bisa bergerak, karena pemerintah Jepang melarang setiap organisasi dan bahkan sekolah untuk beroperasi.

Setelah Indonesia berhasil merebut kemerdekaan dari Jepang, para guru menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia pada 24-25 Agustus 1945 di Surakarta.

Kongres Guru Indonesia ini menghasilkan suatu kesepakatan, yaitu: menghapus organisasi guru yang membeda-bedakan tamatan, daerah, lingkungan pekerjaan, agama, suku, dan pandangan politik. Tak hanya itu, mereka juga sepakat untuk bersatu padu dalam membentuk Persatuan Guru Republik Indonesia.

Tepat 100 hari setelah proklamasi, yakni pada 25 November 1945, Persatuan Guru Republik Indonesia alias PGRI resmi berdiri sebagai organisasi resmi dari seluruh guru Indonesia.

PGRI berdiri dengan 3 sifat dasar, yakni:

  1. Unitaristik, yang berarti: tidak memandang perbedaan ijazah, jenis kelamin, suku, golongan, agama, kedudukan, tempat kerja, dan asal-usul.

  2. Independen, yang berarti: berlandaskan pada kemandirian.

  3. Nonpartisan, yang berarti: bukan afiliasi dari partai politik mana pun.

Sejarah berdirinya PGRI berpengaruh besar terhadap kebangkitan semua guru dan kemerdekaan Indonesia.

Sebagai penghormatan, pemerintah menetapkan 25 November sebagai hari kelahiran PGRI dan Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tahun, yang tertuang di dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. (BRP)