Sejarah PMR di Dunia dan di Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita mengenal PMR sebagai organisasi atau ekstrakurikuler yang berada di sekolah-sekolah. Organisasi ini biasanya mengajarkan para remaja untuk memberikan pertolongan pertama bagi siapapun yang membutuhkan perawatan medis. Tak hanya anggotanya saja, organisasi PMR juga sering memberikan pelatihan kepada para remaja di luar organisasi. Tak jarang penerima pelatihan PMR ini dapat membantu ketika ada teman yang sakit, jatuh, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, fungsi PMR amat terasa terutama di lingkungan sekolah. Nah kali ini akan dibahas sejarah PMR baik di dunia maupun di Indonesia agar kita semakin memahami organisasi yang mulia ini.
Sejarah PMR di Dunia
Mari kita bahas sejarah PMR di dunia terlebih dahulu. Mengutip laman sman1kapetakan.sch.id, terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia I (1914 – 1918) pada waktu itu Austria sedang mengalami peperangan. Karena Palang Merah Austria kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya.
Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1919 Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional pun memutuskan bahwa organisasi Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dengan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Keputusan ini pun diikuti oleh negara-negara lainnya sehingga pada tahun 1960, sebagian besar Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di dunia telah mempunyai Palang Merah Remaja.
Sejarah PMR di Indonesia
Sejarah PMR di Indonesia dimulai sejak Kongres PMI ke-4 pada bulan Januari tahun 1950 di Kota Jakarta. Pada saat itu, organisasi Palang Merah Indonesia membentuk Palang Merah Remaja dengan dimpimpin oleh Paramita Abdurrahman dan Ny. Siti Dasimah. Secara resmi, Palang Merah Remaja di Indonesia berdiri pada tanggal 1 Maret 1950. Oleh sebab itu, setiap tanggal 1 Maret diperingati sebagai Hari Palang Merah Remaja Indonesia.
Organisasi PMR pun terus berkembang seiring berjalannya waktu. Hampir setiap sekolah di Indonesia, terutama SMP, SMA, dan sederajat, memiliki ekstrakurikuler ini untuk mengajarkan nilai-nilai Palang Merah kepada para remaja.
Itulah sejarah singkat PMR di dunia dan di Indonesia. Apakah kamu tertarik atau bahkan pernah mengikuti organisasi ini? (LOV)
