Sejarah Singkat Maulid Nabi yang Perlu Diketahui Umat Muslim

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membahas tentang sejarah singkat maulid nabi, artinya sama dengan mengulas tentang kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pasalnya maulid mengandung arti hari kelahiran. Oleh sebab itu, pada artikel berikut ini kita akan mengulas tentang sejarah maulid Nabi Muhammad SAW selaku junjungan besar umat muslim.
Nabi Muhammad SAW merupakan nabi dan rasul yang terakhir diutus oleh Allah SWT kepada seluruh umat manusia dan wajib untuk diimani oleh pemeluk agama Islam. Dikutip dari buku Aku Cinta Islam, A. Rofiq (2016: 10), Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah, atau sekitar tahun 571 masehi. Bagi yang belum tahu, tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut sebagai tahun gajah karena pada saat kelahirannya tersebut kota Makkah (tempat tinggal nabi) tengah diserang oleh pasukan bergajah di bawah pimpinan Raja Abrahah.
Mengingat Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal, maka umat muslim senantiasa memperingati tanggal tersebut dengan perayaan bernama “Maulid Nabi” setiap tahunnya. Sederhananya, Maulid Nabi tersebut adalah peringatan hari kelahiran dari baginda Nabi Muhammad SAW. Pada tahun 2021 ini, maulid nabi atau hari peringanan kelahiran Nabi Muhammad SAW akan jatuh pada tanggal 19 Oktober 2021 mendatang tepat pada 12 Rabiul Awal tahun 1443 Hijriyah.
Sejarah Singkat Maulid Nabi dan Perayaannya di Indonesia
Mengutip dari buku Di Balik 7 Hari Besar Islam karangan Muhammad Sholikhin (2012: 48), disebutkan bahwasanya peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh pada masa kesultanan Shalahuddin al-Ayyubi untuk membangkitkan semangat jihal umat islam yang saat itu tengah bersedih karena kekalahannya dalam perang Salib. Peringatan maulid nabi tersebut awalnya juga diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat juang umat islam dengan meneladani Rasulullah SAW guna menegakan agama Allah SWT. Di Indonesia, peringatan maulid nabi tersebut pertama kali diperkenalkan olleh Wali Songo selaku penyebar agama islam ke nusantara.
Dikutip dari buku Koreksi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, KH. Muhammad Hasyim Asy'ari, para ulama menyebut bahwasanya menyelenggarakan perayaan hari kelahiran nabi memiliki hukum sunnah. Pasalnya dengan memperingati kelahiran nabi, maka umat muslim bisa kembali mengenang dan mengenal kisah hidup Nabi Muhammad SAW selaku rasul utusan Allah SWT yang menjadi panutan hidup umat muslim. Oleh karena itu tidak heran bila momen Maulid Nabi atau peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW senantiasa disambut dengan semangat oleh umat muslim di Indonesia.
Pada saat berlangsungnya Maulid Nabi, umumnya umat muslim akan mengisi hari tersebut dengan memperbanyak beribadah seperti memperbanyak membaca sholawat atas nabi, bertadarus alquran sebagai mukjizat bagi nabi Muhammad, ataupun dengan menyelenggarakan tabligh akbar. Adapun tujuan dari pelaksanaan ibadah tersebut ialah semata-mata untuk memohon rahmat dari Allah SWT serta untuk memberi penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW selaku panutan umat muslim.
Demikianlah ulasan tentang sejarah singkat Maulid Nabi yang senantiasa diperingati dengan penuh semangat dan antusias oleh umat muslim. Dengan senantiasa memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan meneladani sosoknya, semoga keimanan umat muslim selalu bertambah setiap saat. (HAI)
